REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Isu
beredarnya daging sapi yang dioplos
dengan daging babi dan daging tikus
menjadi kunci terbongkarnya kasus suap
impor daging sapi, yang menjerat mantan
Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.
Zainudin Paru, kuasa hukum Luthfi
mengungkapkan kronologis pertemuan
antara kliennya dengan perusahaan importir
daging yang diperantarai Ahmad Fathanah.
Luthfi bersama Menteri Pertanian, Suswono
bertemu Direktur Utama PT Indoguna
Utama yang awalnya mengaku sebagai
mantan Ketua Umum Asosiasi Importir
Daging, Maria Elizabeth Liman. Dalam
pertemuan itu ada juga mantan Ketua
Umum Asosiasi Benih Indonesia
(Asbenindo), Elda Devianne Adiningrat.
Pertemuan itu digelar di Hotel Aryaduta
Medan pada 11 Januari 2013.
Zainudin menjelaskan pertemuan tersebut
dilatarbelakangi adanya isu peredaran
daging babi dan tikus serta harga daging
sapi yang mahal, bahkan disebut paling
mahal di dunia. Isu ini langsung direspon
pimpinan PKS melalui Ketua Majelis Syuro
PKS, Hilmi Aminuddin yang memanggil
semua pimpinan DPP, termasuk Mentan
Suswono yang juga merupakan kader PKS.
Dalam rapat tersebut, pimpinan PKS
meminta agar umat Islam tidak malah
disuguhi dengan isu beredarnya daging
haram dan mahalnya harga daging sapi.
Apalagi Mentan Suswono merupakan kader
dari partai Islam seperti PKS.
Saat itu, lanjutnya, Suswono mengatakan
kalau pemerintah sukses melakukan
swasembada daging. Dari data yang dimiliki
Kementan, persediaan daging di Indonesia
sudah sesuai dan sudah dicek ke lapangan.
"Pada saat yang sama, PKS sebagai partai
juga sering didatangi banyak orang dari
importir daging dan asosiasi daging," kata
kuasa hukum Luthfi Hasan Ishaaq, Zainudin
Paru dalam obrolan kepada ROL , Kamis
(14/2).
Salah satu yang kerap menemui petinggi
PKS adalah Maria Elizabeth. Kebetulan awal
Januari 2013 lalu, Luthfi sedang safari
dakwah di 10 kabupaten di Sumatera Utara
dan Mentan Suswono juga ada acara di
Kabupaten Deli Serdang, Sumut.
Awalnya Elizabeth menemui Luthfi dengan
mengaku sebagai mantan Ketua Umum
Asosiasi Importir Daging. Saat itu Elizabeth
berdalih langsung menemui Luthfi karena
pimpinan dari PKS yang merupakan asal
dari Mentan Suswono. Namun Luthfi
menolaknya dan meminta agar Elizabeth
langsung menemui Mentan Suswono.
Kemudian dengan perantara Ahmad
Fathanah (AF), terjadilah pertemuan antara
Luthfi, Suswono dengan Maria Elizabeth
Liman dan Elda Devianne Adiningrat di
Hotel Aryaduta Medan,
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar
15 menit itu, Elizabeth menyalahkan data
persediaan daging yang dimiliki Mentan
Suswono. Menurut Elizabeth, persediaan
daging kurang sehingga membuat harga
daging menjadi melambung.
Karenanya kuota daging impor harus
ditambah lagi untuk menjaga harga daging
di Indonesia. Namun, Suswono membantah
tudingan Elizabeth dan mempertahankan
data yang dimiliki Kementan.
Pasalnya data persediaan daging yang
sudah dinyatakan swasembada daging milik
Kementan sudah valid dan bahkan sudah
diuji akademisi dan lembaga-lembaga yang
'concern' terkait masalah ini. Mentan
Suswono pun menolak untuk menambah
kuota impor daging sapi.
"Mungkin ini berangkat dari adanya
swasembada daging yang diakui pemerintah
sebagai keberhasilan, tapi oleh para
importir mengatakan tidak sukses karena
peredaran di masyarakat daging mahal.
Mungkin di situ dia (Elizabeth) coba
menyalah-nyalahkan data Mentan, tapi kan
Suswono ada pendirian karena data ini
sesuai dengan kerja para pembuat
kebijakan di bawah kementerian," tutuar
Zainudin.
Red: Karta Raharja Ucu
Rep: Bilal Ramadhan
Sumber: www.republika.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar