Washington Post: Ikhwanul Muslimin Kelompok Paling Berpengaruh di Suriah


Setelah 30 tahun dianiaya di Suriah, Ikhwanul Muslimin kini tampil menjadi salah satu kelompok paling berpengaruh dalam 14 bulan revolusi di negara itu, The Washington Post melaporkan, Sabtu (12/5) waktu setempat.

Anggota Ikhwan memegang kursi terbanyak di Dewan Nasional Suriah, kelompok oposisi utama yang menentang Assad, dan memimpin komite bantuan, yang mendistribusikan bantuan dan uang untuk warga Suriah yang berpartisipasi dalam pemberontakan.

Ikhwan hampir hancur selama revolusi terakhir di Suriah, di mana pasukan pemerintah menewaskan sebanyak 25.000 orang di Hama pada tahun 1982.

Washington Post menambahkan, kembalinya Ikhwan di Suriah telah menciptakan kekhawatiran di negara-negara tetangga dan masyarakat internasional yang lebih luas. Negara-negara lain takut jika minoritas Syiah alawi dari rezim di Damaskus jatuh, akan diikuti dengan munculnya sebuah pemerintahan Islam Sunni.

Ketakutan yang ditulis The Washington Post itu senada dengan pernyataan Kepala Kepolisian Dubai Dhahi Khalfan pertengahan bulan lalu. Khalfan yang juga ingin menangkap Yusuf Qardhawi menyatakan, jika Suriah dikuasai Ikhwan, maka Arab akan terbagi menjadi dua antara yang mendukung dan menolak.

Sementara itu, Ikhwan sendiri berupaya meyakinkan negara tetangga Suriah, termasuk Yordania, Irak dan Libanon, serta para diplomat AS dan Eropa bahwa Ikhwan tidak punya niat untuk mengambil alih sistem politik di masa depan Suriah atau mendirikan pemerintahan Islam.

"Keprihatinan ini tidak benar ketika datang ke Suriah, karena berbagai alasan," kata Molham al-Drobi, salah seorang pemimpin Ikhwan yang duduk di komite urusan luar negeri Dewan Nasional Suriah.

"Pertama, kami adalah gerakan Islam yang benar-benar moderat dibandingkan dengan lainnya di seluruh dunia. Kami berpikiran terbuka," kata al-Drobi. 

"Dan saya pribadi tidak percaya kami bisa mendominasi politik di Suriah bahkan jika kami menginginkannya. Kami tidak memiliki kehendak untuk itu, dan kami tidak memiliki sarananya," tambahnya. [IK/EM/bsb]

sumber: http://www.bersamadakwah.com/2012/05/washington-post-ikhwanul-muslimin.html 

Pernyataan Sikap IM Terkait Film Anti Islam



al-ikhwan.net - Satu setengah miliar umat Islam menghadapi penghinaan dan pelecehan yang ditujukan kepada pribadi pemimpin mereka, Rasulullah, penutup para nabi dan Rasul, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallamyang merupakan rahmat bagi semesta alam, yang diutus kepada seluruh manusia dengan syariat Islam, agama Tuhan semesta alam.
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah melakukan dakwah yang membawa manusia dari lembah keterbelakangan dan barbarisme ke puncak kemuliaan dan kemanusiaan. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam membawa cahaya, pemikiran yang cemerlang dan kemajuan bagi semua manusia. Beliau datang dengan ajaran tauhid yang tidak tercemar oleh perbuatan syirik kepada Allah Tuhan semesta alam. Beliau membawa ajaran untuk percaya kepada semua Rasul tanpa membeda-bedakan dan melebihkan salah satu di antara mereka dan beliau mengajari manusia untuk menghormati, memuliakan dan mengagungkan mereka. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan manusia untuk beriman kepada semua kitab suci agama samawi guna menyempurnakan akhlak yang mulia, mewujudkan kebebasan beragama dan beribadah, menghormati dan melindungi tempat-tempat ibadah semua agama, mewujudkan kebebasan berpendapat, berekspresi, dan kesetaraan di antara manusia, menegakkan keadilan, menghormati martabat manusia, menguatkan rasa solidaritas dan melakukan kerjasama dengan semua kelompok masyarakat.
Agama Islam telah menghormati hak asasi manusia sebelum semua manusia mengetahui apa itu hak asasi manusia. Dalam agama Islam, darah, harga diri dan harta mempunyai kehormatan yang tidak boleh diganggu dan diserang oleh siapa pun.
Pelecehan terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang telah terjadi berulangkali menunjukkan adanya kebencian dan sikap fanatik buta oleh beberapa pihak yang berada di belakangnya dan adanya kebodohan serta sikap melampaui batas dari orang yang mengizinkannya. Satu setengah miliar umat Islam tidak bisa mentolerir pelecehan yang dialamatkan kepada seorang manusia suci yang rela mereka tebus dengan harta yang paling mahal sekalipun. Tidak ada seorang pun yang bisa membatasi perasaan marahnya.
Kami menolak dengan tegas pelecehan terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam begitu pula dengan semua Nabi dan Rasul. Kami sangat mengutuk kejahatan ini dan menuntut supaya hukum diberlakukan kepada orang yang telah berani melecehkan kesucian sebuah agama. Jika tidak demikian maka tindakan tersebut akan menambah kebencian kaum muslimin kepada Barat pada umumnya dan Amerika pada khususnya; karena telah berani melecehkan kesucian agama Islam. Kami juga menuntut agar pelakunya segera ditangkap dan diadili.
Sikap melampaui batas dan pelecehan terhadap simbol agama tidak termasuk dalam kategori kebebasan berpendapat dan berpikir tetapi merupakan kejahatan dan penghinaan terhadap kesucian agama. Seharusnya negara-negara yang telah memproduksi film tersebut tidak mentolerir pelakunya sebab akan merendahkan kedudukan mereka di mata dunia Islam.
Barat telah menyatakan sikap tegas terkait sikap Hitler yang membunuh orang-orang Yahudi dan mempertanyakan jumlah korbannya padahal itu hanya aspek sejarah bukan kesucian sebuah agama. Oleh karena itu, merupakan hak bagi rakyat dan pemerintah negara-negara Islam untuk mengecam pelecehan ini dengan cara yang damai dan legal serta mengambil tindakan yang tepat agar hal ini tidak terulang lagi.
Pada saat yang sama kami juga menolak kekerasan dan pertumpahan darah yang timbul akibat pelecehan yang dilakukan beberapa orang terhadap Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam di samping sikap masa bodoh beberapa negara yang tidak mau bertindak tegas dalam hal ini sampai ada reaksi dunia Islam. Seharusnya negara-negara tersebut dalam menyikapi pelecehan terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah menyatakan sikap yang tegas dan membuat prosedur yang jelas dalam menghukum pelakunya, apalagi persiapan untuk [film] yang melecehkan Islam ini sudah didengar dan diketahui oleh sebagian negara. Sungguh mencegah itu lebih baik daripada mengobati.
Akhirnya, kami mengajak kaum muslimin untuk berpegang teguh dengan Al-Qur`an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini adalah cara yang paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut dan memberikan contoh yang baik dalam menghadapi sebuah kejahatan. Pelecehan ini dilakukan pada saat masyarakat dunia berusaha untuk saling menghormati satu sama lain. Orang-orang yang melakukan pelecehan ini ingin merusak hubungan baik yang telah terjalin, memutus jalan yang diretas untuk integrasi peradaban, dan menyebarkan fitnah dalam masyarakat.
Allah Ta’ala telah berfirman, “…Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali. (QS. Asy-Syu’araa: 227)
Ikhwanul Muslimin
Kairo, 25 Syawal 1433 H/12 September 2012 M

Palestina Kecam Penistaan Simbol Agama



al-ikhwan.net - Gaza, PM Palestina, Ismail Haniyah mengecam film Amerika melecehkan Nabi shallallahu alaihi wasallam.Ia kembali menyerukan Amerika agar meminta maaf atas tindakan pelecehan yang menyakiti perasaan umat Islam di seluruh dunia itu.
Dalam khutbah jumatnya hari ini Masjid Umar Raya di Gaza, Haniyah meminta agar unjuk rasa yang digelar dilakukan secara damai dan aksi-aksi murka lainnya. Ia menyerukan agar menjaga warga Kristen di Palestina dan Negara Arab lainnya yang tidak ikut dalam menghina Islam.
Haniya menilai bahwa gelombang kecaman di Tepi Barat sejak dua pecan lalu menentang kenaikan harga dan politik ekonomi membuktikan kegagalan kesepatan Olso dan piagam Ekonomi Paris.
Di Tepi Barat usai shala Jumat umat Islam berdemo mengecam film melecehkan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Sementara Israel menghadapi aksi ini dengan gas air mata di Al-Quds dan Betlehem.
Radio Israel mengabarkan, ratusan warga Al-Quds bertolak usai shalat Jumat di MAsjid Al-Aqsha ke kantor konsulat Amerika di jalan Nablus arah timur Al-Quds. Namun pasukan Israel menghadang mereka dan mengalaminya.
Di kawasan gerbang Amod, gerbang paling terkenal di Baldah Lama Al-Quds, warga Al-Quds menggelar unjuk rasa mengecam film anti Islam yang kemudian dibubarkan oleh Israel dengan paksa dan menangkap tiga warga serta mengejar pengunjuk rasa lainnya.
Di halaman Al-Aqsha, warga Palestina meneriakkan yel-yel mengecam film anti islam. Namun Israel menghalangi mereka keluar dari halaman Al-Aqsha.
Di Betlehem, sejumlah warga Palestina tersedak dan sebagian pingsan akibat kekerasan pasukan Israel dalam aksi pekanan anti tembok rasial dan pemukiman yahudi.
Sementara itu, di Gaza aksi damai menentang penistaan simbol-simbol agama digelar di masjid terbesar di Gaza, Masjid Umar dan seluruh masjid-masjid kota tersebut hingga ke gedung dewan diikuti takbir dan kecaman atas film tersebut.
Ikut dalam aksi itu Hamas dan Jihad Islam yang diakhir dengan orasi dari Menteri Wakaf Dr. Ismail Ridwan dan elit Jihad Islami Muhammad Al-Hindi soal sikap mereka terhadap penghinaan terhadap Israel.
Aksi yang sama juga bertolak dari Masjid Khulafa di Jabalia dan berkumpul di markas polisi di kamp pengungsi Jabalia. Mereka meneriakkan yel-yel membela Rasulullah. Mereka juga membakar bendera-bendera Amerika dan Israel.
Aksi ini menyebar di kota-kota di Jalur Gaza di Khan Yunis, Rafah dan Jalur Gaza Tengah. Mereka juga meminta agar Amerika meminta maaf kepada umat Islam. [bsyr/pip]

Zabalatul Afkar : Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme Agama



Islamedia - Para ulama Al Azhar menganggap kebanyakan pemikiran orang-orang liberal itu sebagai zabalatul afkar(sampah pemikiran)” ~Ustdz Habiburahman El Shirazy

Saya masih teringat kala masih duduk di bangku SMP, salah seorang guru berkata, “Pada dasarnya, semua agama itu sama, semua agama mengajarkan kebaikan”. Saat itu, dengan keterbatasan ilmu dan wawasan dalam hati saya “mengiyakan”.Saat itu, dengan level pemikiran anak SMP, saya pikir “iya juga ya..mana ada agama ngajarin kejahatan?”.

Namun kini, ketika Allah telah menganugerahkan pemahaman ilmu agama dan wawasan, betapa bathil nya pernyataan itu dari segi Aqidah Islam. Kenapa? jelaslah Agama yang bagi saya dengan keyakinan Islam hanyalah islam saja yang mengajarkan kebaikan, karena hanya Islam yang mengajarkan kepada pemeluknya untuk menyembah Allah saja dengan mengikuti praktik peribadatan yang dicontohkan Rasulullah Shallahu’alaihi Wa Sallam. 

Apakah ada agama lain yang mengajar persis 100% seperti ini?.
Seluruh Ummat Islam seharusnyalah meyakini hanya Islam yang benar dan baik, selain agama Islam tidak menyuruh menyembah Allah dan mengikuti contoh Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi Wa Sallam.

Itulah salah satu contoh bentuk Zabalatul Afkar (sampah pemikiran) yang telah merasuki dunia kita sehari-hari. Itulah pemikiran yang kita kenal saat ini dengan sebutan Plularisme. Paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama, menuju Tuhan yang sama. Na’udzubillah.

Dalam kesempatan ini, penulis akan mencoba membahas isme yang sangat berbahaya bagi Aqidah Ummat Islam yang harus dibersihkan dari tubuh Ummat, karena ia adalah Zabalatul Afkar (sampah pemikiran) :

Sekularisme
Ketika agama hanya berada di tempat-tempat Ibadah, hanya ada di mesjid, hanya ada di majelis-majelis ta’lim, semua Ummat Islam tidak boleh membawa urusan dan istilah-istilah agama pada ranah umum apalagi pemerintahan, urusan negara adalah urusan manusia, semua diurus sesuai dengen kehendak para pejabat pemerintahnya hanya berdasar konsensus, itulah sekularisme, sebuah pemikiran (yang banyak negara-negara di Dunia ini masih menerapkannya) yang memisahkan urusan dunia dari agama.

Pemikiran ini sangat bertolak belakang dari ajaran Islam, karena Islam satu-satunya agama yang mengatur seluruh sendi kehidupan, dari urusan individu, urusan keluarga, urusan masyarakat, hingga urusan berbangsa dan bernegara.

Sedangkan sekularisme berusaha mengebiri ajaran Islam yang menyeluruh dan sempurna ini, dengan menempatkan ajaran islam hanya di mesjid saja, agar ketika orang keluar dari mesjid maka kehidupannya bebas tak perlu mengikuti aturan agama alias murtad. Karena di mesjid ia sholat menyembah Allah, namun di ketika berinteraksi di ranah umum ia sangat bisa jadi menyembah “Tuhan yang lain” bahkan bisa menjadi atheis !.

Pemikiran sekularisme ini menghendaki para muslimah menutup aurat ketika sholat saja, ketika di majelis ta’lim saja, keluar dari sana muslimah haruslah menanggalkan auratnya, karena tempat umum bukanlah tempat untuk beragama. Karena pemikiran Sekularisme pula Ummat Islam juga tidak boleh berbicara dengan merefer kepada Al Quran (bahkan meski berbicara di mesjid)!.

Jadi, dengan Sekularisme Ummat Islam dipaksa untuk meyakini sebagian saja ajaran Islam dan mengingkari bagian yang lain yang bertentangan dengan firman Allah :

“..Adakah kamu percaya (beriman) kepada sebahagian kandungan Kitab (al-Quran) dan ingkar akan sebahagiannya?” (QS. Al-Baqarah: 85)

Ketika Pemikiran Sekularisme ini telah merasuk ke seluruh para aparatur dan pejabat negara, ke seluruh pendidik di negeri ini, ke seluruh elemen bangsa maka yang  terjadi adalah perusakan sendi-sendi agama, tak dilaksanakannya ajaran Islam secara menyeluruh. Sekularisme menghendaki supaya Ummat menghadapi problema di ranah umum (negara) maka Ummat pasti kebingungan karena sandarannya bukan Al Islam namun akal.

Tepat sekali pernyataan Imam Hasan Al Banna tentanga syumuliatul Islam (islam menyeluruh) yang bertolak belakang pemikiran sekularisme :

“Islam adalah negara dan tanah air, atau pemerintahan dan umat, ia adalah akhlak dan kekuatan, atau kasih sayang dan keadilan, ia adalah wawasan dan perundang-undangan, atau ilmu pengetahuan dan peradilan, ia adalah materi dan kekayaan, atau kerja dan penghasilan, ia adalah jihad dan dakwah, atau tentara dan fikrah, sebagaimana ia adalah akidah yang bersih dan ibadah yang benar.”

Pluralisme
Meski tidak ada definisi yang jelas akan arti dari pluralisme, namun sudah ada kesamaan pandangan dari para pendukung pemikiran ini bahwa paham pluralisme meyakini semua agama adalah jalan-jalan yang sah menuju tuhan yang sama. Paham ini juga menyatakan, bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak.

Sehingga, karena relatif, maka seluruh agama tidak boleh mengklaim atau meyakini bahwa agamanya yang lebih benar dari agama lain atau meyakini hanya agamanya yang benar.
John Hick, salah satu tokoh penting dalam wacana Pluralisme, dalam bukunya “God Has Many Names”, menganalogikan teori Heliosentris sebagai konsep pluralismenya.

Dimana Teori Heliosentris menyebutkan bahwa matahari sebagai Pusat Tata Surya yang dikelilingi Bumi, begitu pula Tuhan adalah Matahari-nya, sumber asli dari cahaya dan kehidupan, yang semua agama bercermin pada-Nya, dengan cara-cara mereka yang berbeda-beda (He is the Sun, the originative source of light and life, whom all the religions reflect in their own different ways), dari sinilah Hick mengajak Ummat manusia untuk beralih dari Religion-Centrednesskepada God Centredness.

Senada dengan Hick, Mahatma Gandhi juga menyerukan konsep Pluralisme :
“Agama adalah ibarat jalan yang berbeda-beda namun menuju titik yang sama. Apakah kita menempuh jalan yang berbeda-beda, selama kita sampai di tujuan yang sama, tentu tidak menjadi masalah. Pada kenyataannya, mungkin banyaknya agama sama dengan banyaknya individu”

Dari isinya, paham pluralisme jelas sekali bertentangan dengan ajaran Islam yang hanya mengakui Agama Islam saja yang diakui Allah. Kita dapat melihat pertentangan paham ini dari ayat :

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran [3]: 85)

Dalam Al Tafsir al Muyassar, “Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam (bermakna berserah diri kepada Allah dengan Tauhid, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan dan penghambaan, serta tunduk kepada Rasulullah dengan mengimaninya, mengikutinya dan mencintainya secara lahir dan batin), Maka tidak akan diterima agama itu darinya dan di akhirat termasuk orang yang rugi, tidak mendapatkan bagian untuk dirinya.

Bagi orang - orang yang beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad, tidaklah mungkin mengatakan semua agama itu sama, Logika nya, satu-satu nya agama yang mengajarkan kepada Ummatnya untuk menyembah Allah Subhanahu Wata’ala saja (dengan sifat-sifat-Nya dijelaskan khusus dalam Al Quran dan Hadits)  dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad dalam seluruh sendi kehidupan hanyalah Islam. Sedangkan agama lain berbeda ajarannya tidak menyembah Allah dan tidak mengikuti Nabi Muhammad, bagaimana dikatakan sama?

Seperti yang penulis ceritakan di awal tulisan, paham pluralisme yang telah merasuki dunia pendidikan sangat bisa jadi telah merambah ke berbagai bidang kehidupan lain. Inilah bahaya pluralisme, banyak Ummat Islam bisa keluar dari agamanya tanpa sadar ketika sudah meyakini dan membenarkan paham pluralisme ini, sehingga membuat banyak Ummat Islam batal syahadat-nya akibat dari meyakini plularisme yang berimplikasi meyakini kebenaran Tuhan versi ajaran agama lain.

Liberalisme
Liberalisme agama menginginkan tiap tiap individu mengeyampingkan ajaran agama, mengutamakan kebebasan pribadi dalam menjalankan kehidupan atas nama HAM (hak asasi manusia), pernikahan sejenis yang pada hakikatnya penyakit dan penyimpangan seksual diperbolehkan dan dianggap HAM, bertelanjang di publik dianggap sebagai HAM, pornografi yang jelas-jelas merusak dianggap sebagai HAM, penodaan agama Islam dengan gerakan Nabi palsu, ajaran Ahmadiyah dengan Nabi Mirza Ghulan, ajaran Syiah yang merubah Aqidah Islam, bahkan hingga penodaan kepada Nabi Muhammad juga dianggap sebentuk HAM!.

Term “Liberal” yang bermakna bebas lepas, tidak bisa disandingkan dengan “Islam” yang bermakna keselamatan atau ketundukan dan kepatuhan kepada Allah. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengajak kepada seluruh Ummat Islam menolak konsep “Islam Liberal” karena pemikiran ini mereduksi bahkan meruntuhkan sendi ajaran ISlam yang sudah sempurna, seperti kita lihat dari situs resmi Jaringan Islam Liberal yang ada di Indonesia, dapat kita lihat landasan pemikiran ini :

“Islam Liberal percaya bahwa ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik segi muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual), dan ilahiyyat (teologi)

Mari kita liat dengan seksama, pemikiran JIL sudah masuk untuk ber-Itjihad dalam segi ilahiyyat (teologi)!, artinya kalau hari ini JIL meyakini Allah Subhanahu Wa ta’ala sebagai Tuhan, bisa jadi suatu hari Tuhan akan berganti bukan Allah lagi, entah siapa saja bisa “di-Tuhan-kan” !!!.

Dalam Hukum Islam, tidak ada perdebatan dan tidak ada perselihan jika menyangkut hal-hal yang sudah pokok (ushul) atau lazim kita sebut dengan Absolut, seperti persoalan uluhiyat kepada Allah. Ketauhidan, Aqidah, Rukun Iman, Rukun Islam, Sifat-sifat Allah, macam-macam peribatan kepada Allah tentu hanya apa yang sudah termaktub dari Al Quran dan Al Hadits saja, tidak ada pintu sama sekali untuk berijtihad dalam hal ini.

Keabsolutan Syariah Islam karena konsep nya Mutawatir (para periwayat nash mustahil bersepakat untuk berdusta), Ijma’ (kesepatakan para ulama), dan Qat’i al dalalah, nash yaitu Al Quran dan Al Hadits, yang menunjuk pada makna tertentu yang tidak mengandung kemungkinan untuk dita’wil [dipalingkan dari makna asalnya] dan tidak ada celah atau peluang untuk memahaminya selain makna tersebut).

Selain itu untuk dapat ber-itjihad begitu banyak syarat yang harus dipenuhi (seperti mengusai Hukum-hukum yang ada dalam Quran dan Al Hadits, yang pasti tentu juga Hapal Quran dan ribuan hadits, menguasai bahasa arab serta akhlak dan ibadahnya harus terjaga dengan standar yang ketat yang diakui oleh para Ulama).

Bagaimana mungkin orang yang jarang sholat, jarang baca quran, hanya hapal beberapa surat pendek di Juz Amma dapat menafsirkan quran, hadits bahkan berijtihad??! inilah penyimpangan dari paham islam Liberal yang digawangi JIL (di Indonesia).

Mari bersih bersih
Selayaknya sampah di rumah kita yang kalau tidak dibersihkan akan menyebabkan bau tak sedap bahkan penyakit, demikian pula pemikiran-pemikiran Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme agama yang merupakan sampah pemikiran di tengah-tengah Ummat kita, jangan pernah berhenti untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada Ummat bahwa pemikiran ini berbahaya untuk dunia dan akhirat.

Sampah pemikiran yg menyatakan semua agama adalah sama, sampah pemikiran menyatakan mencium bukan wanita adalah sedekah, sampah pemikiran menyatakan AL Quran perlu di  revisi, sampah pemikiran menyatakan jilbab adalah situasional seperti halnya swimsuit, sampah pemikiran yang menyatakan manusia berasal dari spesies kera, sampah pemikiran yang membolehkan semua orang berhak menafsirkan quran,hadits,dan berijtihad, sampah pemikiran yang menyatakan agama adalah hasil budaya manusia, sampah pemikiran yang menyatakan semua orang bisa menjadi Nabi, Sampah pemikiran yang menyatakan penghinaan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam adalah HAM!,

Sampah pemikiran yang akan terus menerus meracuni dan merusak Ummat Islam kalau didiamkan.

Fatwa MUI pun sudah memutuskan “Pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama” adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Pantaslah ketika saya berbincang kepada Ustadz Habiburrahman (seorang da’i dan penulis) beliau mengatakan sebutan yang pantas disematkan/disandang pemikiran Sepilis adalah Zabalatul Afkar (sampah pemikiran).


http://www.islamedia.web.id/2012/09/zabalatul-afkar-sekularisme-pluralisme.html 

Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa

Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa, beliau berkata :  الفصل الثاني في أسرار الصوم وشروطه الباطنة  اعلم ...