1. Penyimpangan Tujuan (Ghayah)
๐ Kasus: Seorang dai berdakwah untuk mencari popularitas, jabatan, atau keuntungan materi, bukan semata-mata mencari ridha Allah.
๐ Dalil:
- “Barang siapa yang menuntut ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah, tetapi ia mempelajarinya hanya untuk mendapatkan keuntungan dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Dawud, no. 3664)
2. Penyimpangan Sasaran (Ahdaf)
๐ Kasus: Fokus dakwah hanya pada kelompok tertentu (misalnya kalangan elit) dan mengabaikan masyarakat kecil atau justru memecah belah umat.
๐ Dalil:
- “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)
3. Penyimpangan dalam Mengelola Jama’ah
๐ Kasus: Dakwah berubah menjadi eksklusif, hanya membela jama’ah/kelompok sendiri, sehingga menimbulkan perpecahan.
๐ Dalil:
- “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu...” (QS. Al-Hujurat: 10)
4. Penyimpangan Komitmen (Iltiแบฤm)
๐ Kasus: Seorang dai tidak konsisten dengan ucapannya, mengajak orang lain berbuat baik tapi ia sendiri meninggalkan.
๐ Dalil:
- “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Saff: 2-3)
5. Penyimpangan Pemahaman (Fahm)
๐ Kasus: Salah memahami agama, misalnya menafsirkan ayat atau hadits sesuai hawa nafsu, sehingga menimbulkan radikalisme atau liberalisme.
๐ Dalil:
- Rasulullah ๏ทบ bersabda: “Barang siapa yang menafsirkan Al-Qur’an dengan pendapatnya sendiri, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Tirmidzi, no. 2950)
6. Penyimpangan Sarana (Wasilah)
๐ Kasus: Menggunakan cara-cara yang dilarang syariat dalam berdakwah, misalnya menyebar kebohongan, fitnah, atau hiburan yang melanggar syariat.
๐ Dalil:
- “Sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim, no. 1015)
7. Penyimpangan Langkah/Strategi (Khiแนญแนญah)
๐ Kasus: Menggunakan kekerasan atau pemaksaan dalam berdakwah, padahal Islam mengajarkan kelembutan.
๐ Dalil:
- “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik...” (QS. An-Nahl: 125)
- Rasulullah ๏ทบ bersabda: “Sesungguhnya kelembutan itu tidaklah ada pada sesuatu kecuali ia menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali ia memperburuknya.” (HR. Muslim, no. 2594)
✨ Ringkasnya: Penyimpangan dakwah terjadi ketika tujuan, sasaran, jama’ah, komitmen, pemahaman, sarana, atau strategi tidak lagi sesuai dengan nilai Islam.