Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan menjelaskan modus operandi dan rute penyelundupan satu ton sabu yang diamankan polisi di Jalan Anyer Raya, Serang Banten, Kamis (13/7). Narkoba itu dikirim melalui jalur laut.
"Modusnya tentunya kapal laut yang jelas pasti lego jangkar di tengah atau memindahkan ke kapal kecil habis itu dipindahkan lagi ke perahu karet," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/7).
Iriawan menyatakan, polisi masih akan mendalami kejelasan rute penyelundupan sabu itu. Namun, sabu itu dipastikan berasal dari satu kota di Cina yang dibawa empat warga Taiwan.
"Yang jelas dari Cina, Guang Zhou, dari Guang Zhou ke kita. Tentu yang jelas kapal laut. Kalau penyelundupan atau masuk narkoba dalam skala besar nggak mungkin pakai udara karena riskan ketahuan," kata dia.
Bahkan, narkoba ini menurut Iriawan dikemas dengan cara yang sedemikian rupa. Sabu sebesar satu ton itu, sempat disembunyikan terlebih dahulu untuk memastikan situasi.
"Ini kan hampir 51 dikali 20 kilogram hampir 1 ton lebih, dengan dikemas yang luar biasa, itu dicemplungkan ke laut dulu, di simpen dulu, di buang dulu, turun dulu menunggu situasi aman baru ditarik," katanya menjelaskan.
Intinya, lanjut Iriawan, pada saat akan mengambil sabu, pelaku langsung datang ke sekitar Hotel Mandalika di Anyer. Hotel itu sudah lima tahun tidak pernah ada kegiatan operasional. Polisi pun akan mendalami lebih lanjut soal hotel itu.
Persiapan pemberangkatan memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar dua bulan untuk menunggu waktu yang tepat. Padahal untuk perjalanan, 10 hari sudah bisa sampai di Anyer dari Cina.
"Tapi mungkin dia nunggu tempat dan situasi yang ada, mungkin dia lihat, wah aman nih, anggota kita udah survei dua bulan, ada yang tidur di sana ada yang menyamar," ujar dia.
Iriawan menambahkan, polisi masih mengidentifikasi jenis kapal yang digunakan. Diantaranya terdapat perahu karet yang dipakai dari tengah laut untuk mengelabui petugas dengan suara yang tidak bising.
Sumber: rol.co.id
Ini Modus dan Rute Penyelundupan Narkoba Satu Ton dari Cina
Inilah 5 Racun yang Harus Dihindari di Tempat Kerja
Jika seseorang membiarkan lingkungan kerjanya dikelilingi hal yang negatif (seperti “racun”), itu akan memberikan dampak buruk bagi kehidupannya. Menurut Jobstreet, sebagian besar dari kita pernah mengalaminya di satu titik kehidupan kita. Hal tersebut tidaklah sehat dan pastinya tidak baik untuk emosi dan mental kita. Meskipun orang lain berpikiran berbeda, kita selalu punya sebuah pilihan.
Jobstreet menyatakan bahwa jika kita tidak bahagia di tempat kerja, penting untuk menganalisis alasan di balik semua itu dan melakukan sesuatu untuk itu. Apakah itu semua disebabkan oleh lingkungan kerja yang negatif? Karena itu, Jobstreet menyatakan ada lima hal bagian pada diri kita atau sekitar kita yang dapat terpengaruh oleh “racun” di tempat kerja. Apa sajakah? Inilah lima racun yang harus dihindari di tempat kerja.
*Energi Negatif*
Menurut Jobstreet, mengeluh adalah hal yang manusiawi, tetapi terlalu banyak mengeluh akan menimbulkan energi yang negatif di tempat kerja. Lebih parah lagi, energi negatif akan menyebar dengan mudah dan cepat. Apakah rekan kerja kita banyak mengeluh namun tidak melakukan sesuatu yang membangun untuk memecahkan masalah? Apakah kita akan melakukan hal yang sama juga hanya supaya diterima?
Ketika suatu masalah muncul, apakah kebiasaan saling tunjuk dan saling menyalahkan terjadi? Menurut Jobstreet, hal itu merupakan sesuatu yang biasa terjadi di organisasi-organisasi besar, dan itu adalah suatu budaya yang menyebarkan racun di tempat kerja. Selain tidak produktif, Jobstreet menyatakan bahwa hal tersebut juga tidak mendorong semangat tim atau akuntabilitas, di mana keduanya merupakan nilai penting dari seorang pekerja.
Ketika seseorang terpapar energi negatif terus-menerus, sulit untuk tidak terpengaruh. Jika kita mengetahui bahwa kita merasa pesimis dan mengkritik pekerjaan kita dan orang-orang yang bekerja dengan kita, ada kemungkinan kita tidak berada dalam lingkungan yang kondusif.
*Kurangnya Semangat Tim*
Apakah rekan kita bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama, atau mereka sepertinya memunyai agenda pribadi? Apakah menusuk dari belakang sesuatu yang biasa terjadi di tempat kerja kita? Jika iya, Jobtstreet menyatakan bahwa kita mungkin tidak memunyai tingkat kepercayaan yang tinggi di antara kolega dan atasan kita .
Jobtreet menyatakan bahwa kurangnya semangat tim merupakan hal yang buruk bagi perusahaan dan karyawan. Menurut Jobstreet, kita belajar dan tumbuh dengan lebih baik sebagai sebuah komunitas daripada dalam keterasingan.
*Manajemen yang Terlalu Mengawasi*
Apakah atasan kita percaya kepada penilaian kita dan mendukung kita untuk bekerja secara mandiri, atau atasan kita selalu mengawasi setiap tahap pekerjaan kita? Jika itu yang terakhir, kita dapat merasakannya.
Menurut Jobstreet, bekerja di lingkungan yang selalu dikontrol akan meningkatkan keragu-raguan akan kemampuan diri sendiri dan mengikis rasa percaya seiring dengan berjalannya waktu.
*Kurangnya Persahabatan*
Sebagai manusia, sebagian besar dari kita membutuhkan untuk terhubung dengan orang lain. Itulah mengapa media sosial menjadi bagian besar dalam kehidupan kita. Kita menikmati hubungan sosial yang bermakna. Apakah Anda mempunyai hubungan yang baik dengan teman-teman dan atasan Anda?
Kita menghabiskan rata-rata 8 jam per hari, 5 hari di tempat kerja. Kedekatan dengan kolega meningkatkan produktivitas dan menjaga kita tetap termotivasi. Jika Anda memunyai masalah pergaulan dengan rekan kerja Anda, Anda tidak akan menikmati waktu di kantor.
*Kurangnya Penghargaan*
Penghargaan adalah salah satu ciri kunci lingkungan kerja yang sehat. Kepemimpinan yang gagal untuk menginspirasi penghargaan, pasti akan gagal untuk mempertahankan bakat. Sama halnya, kurangnya penghargaan di antara rekan sekerja akan menimbulkan konflik dan kebencian. Semua itu berkontribusi sebagai racun di tempat kerja.
Apakah kita menghargai orang-orang yang bekerja dengan kita dan sebaliknya? Menurut Jobstreet, jika tidak, mungkin itu bukanlah merupakan tempat kerja yang nyaman.
Jobstreet menyatakan bahwa Anda tidak akan menemukan kantor yang sempurna di mana setiap orang memunyai kesepakatan yang sempurna. Jobstreet menambahkan bahwa bagaimanapun juga, keberagaman adalah ciri penting sebuah perusahaan yang maju. Dengan demikian, meminimalkan drama dan hal negatif seharusnya menjadi fokus dari budaya perusahaan.
Jobstreet menambahkan bahwa jika kita mengungkapkan keprihatinan kita, akan tetapi belum ada peningkatan yang berarti, dan hal tersebut mempengaruhi mental dan emosi kita, mungkin ini saatnya untuk berpindah pekerjaan. Tidaklah penting untuk bertahan di tempat yang menambah stres yang tidak ada gunanya dalam kehidupan kita. Menurut Jobstreet, hidup sudah
sumber: pcplus.com
Tolak Fanatisme, Ulama Saudi Ajak Para Dai Salafy Hargai Ulama Indonesia
Dr. Ahmad Jiilan (kanan) memberikan penjelasan tentang marwah ulama di ruang lobi Ritz Carlton, Jakarta Pusat
KIBLAT.NET, Jakarta – Berlapang dada terhadap sesama muslim ketika melihat perbedaan adalah salah satu aspek penting dalam penyebaran dakwah Islam. Inilah salah satu poin perbincangan beberapa pejabat Kementerian Agama Arab Saudi, yang ikut dalam rombongan Raja Salman selama kunjungannya ke Indonesia, 1-9 Maret 2017.
Di ruang lobi hotel Ritz Carlton Kuningan, Kamis (02/03), Deputi Menteri bidang Da’wah pada Kementerian Urusan Keislaman, Da’wah dan Penyuluhan Arab Saudi Dr. Ahmad Jiilan yang hadir dalam perbincangan bersama beberapa aktivis dan dai muda Indonesia itu, berbagi pikiran tentang prospek penyebaran dakwah Islam di Indonesia. Ia menekan agar para aktivis dakwah lebih melapangkan dada untuk saling menasihati dan tidak terjebak ke dalam fanatisme kelompok. Salah satu wujudnya adalah membuka diri terhadap orang lain dan memperluas referensi.
“Jangan membatasi diri dengan satu atau dua ulama; satu atau dua buku saja (sebagai rujukan). Pakai juga yang lain! Sehingga, ketika ada orang yang hendak mengkritik, mereka tidak mendapatkan celah,” kata Dr. Ahmad Jiilan.
“Saya tidak menyalahkan kalian memakai Syaikh Bin Bazz, karena beliau adalah ulama umat, bukan ulama Kerajaan. Tetapi saya ingin kalian juga mengambil ulama Yaman, Mesir, Suriah, dan juga ulama Indonesia (sebagai rujukan),” sambungnya.
“Sisi lain yang juga perlu diperhatikan, manusia itu mengikuti ulama negerinya. Seiring dengan penghormatan kalian terhadap ulama Saudi dan lainnya, kalian harus menghormati dan mengambil ilmu dari para panutan umat di Indonesia.” Misalnya, ia berpendapat, bila ada seorang tokoh yang sudah berjasa selama puluhan tahun dalam dakwah Islam, mereka harus dihormati. “Datangilah mereka!” pintanya.
Dalam konteks itu, Deputi Bidang Media Kementerian Agama Arab Saudi, Dr Rasyid Az-Zahrani yang juga hadir dalam perbincangan itu, menyebutkan sikap mulia Ibnu Taimiyyah yang dapat dicontoh. Dalam dakwah Islam, Ibnu Taimiyyah telah menghadapi pertentangan kuat dari seorang ahli kalam. Namun ketika orang itu meninggal dunia, Ibnu Taimiyyah menanggung biaya hidup istri dan keluarganya. Ia tidak menjadikan orang yang berseberangan sebagai musuh yang harus dibenci, tetapi sebagai peluang dakwah yang berpotensi menerima jalan kebenaran.
Selain itu, penyebaran dakwah Islam juga dihambat oleh fenomena sebagian dai yang keras dalam bersikap dan menuduh setiap orang yang ia lihat keliru sebagai ahli bid’ah. Selain mempersempit dakwah, tindakan ini menurutnya, mirip dengan orang-orang yang berlebih-lebihan dalam takfir.
“Jangan terlalu mudah menuding; ini bid’ah, itu bid’ah. Bila berlebihan, maka ini akan menjerumuskan ke dalam takfir serampangan (mengafirkan orang yang tidak berdasar),” tegasnya.
Menurutnya, orang yang banyak manfaat bagi umat selama mereka bagian dari ahli Sunnah, perlu didekati dan dirangkul, bukan dijauhi. Sebab, sempitnya pandangan sebagian dai itu telah membuat mereka terpecah-pecah dan tidak menyatu. Maka ini harus dihindari, dan hendaknya berusaha untuk lebih lapang dada dan terbuka. Ia berharap bila umur panjang, tidak lagi menyaksikan perpecahan di antara mereka.
“Saya berharap bila umur panjang, dan kita bertemu lagi dua atau tiga tahun lagi, saya tidak menjumpai lagi perpecahan di antara salafi,” pungkasnya.
https://m.kiblat.net/2017/03/03/tolak-fanatisime-ulama-saudi-ajak-para-dai-salafy-hargai-ulama-indonesia/
Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa
Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa, beliau berkata : الفصل الثاني في أسرار الصوم وشروطه الباطنة اعلم ...
-
Tarhib Ramadhan adalah tradisi menyambut bulan suci dengan sukacita, persiapan spiritual, dan mental agar siap menjalani ibadah ...
-
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat waspada dan tidak tergiur iming-iming multilevel marketing (MLM) haji. Sampai sekarang M...
-
Published with Blogger-droid v2.0.10
-
A. Pengertian antarmuka (User interface) Antarmuka pengguna, atau User Interface (UI), adalah cara di mana pengguna berinteraks...