Ucapan Nabi Ayub Ketika ditimpa Penyakit

Tafsir Al-Anbiya 21:83

وَأَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ 

Indonesian - Sabeq Company
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”

Indonesian - Tafsir Jalalayn
(Dan) ingatlah kisah (Ayub,) kemudian dijelaskan oleh Badalnya, yaitu (ketika ia menyeru Rabbnya) pada saat itu dia mendapat cobaan dari-Nya; semua harta bendanya lenyap dan semua anak-anaknya mati serta badannya sendiri tercabik-cabik oleh penyakit, semua orang menjauhinya kecuali istrinya. Hal ini dialaminya selama tiga belas tahun, ada yang mengatakan tujuh belas tahun dan ada pula yang mengatakan delapan belas tahun. Selama itu penghidupan Nabi Ayub sangat sulit dan sengsara ("Sesungguhnya aku) asal kata Annii adalah Bi-ann (telah ditimpa kemudaratan) yakni hidup sengsara (dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang").

Terjemah Tafsir Ibn Kathir:
Allah Swt. menceritakan tentang Ayub a.s. dan musibah yang menimpanya sebagai cobaan untuk dirinya. Musibah itu menimpa harta benda, anak-anaknya, juga tubuhnya. Demikian itu karena Ayub adalah seorang yang memiliki banyak ternak dan lahan pertanian, ia pun memiliki banyak anak serta tempat-tempat tinggal yang menyenangkan. Maka Allah menguji Ayub dengan menimpakan bencana kepada semua miliknya itu, semuanya lenyap tiada tersisa. Kemudian cobaan ditimpakan pula kepada jasad atau tubuh Ayub sendiri. Menurut suatu pendapat, penyakit yang menimpanya adalah penyakit lepra yang mengenai sekujur tubuhnya, sehingga tiada suatu bagian pun dari anggota tubuhnya yang selamat dari penyakit ini, kecuali hati dan lisannya yang selalu berzikir mengingat Allah Swt.

Cobaan ini membuat orang-orang tidak mau sekedudukan dengan Ayub. Maka Ayub tinggal terpencil menyendiri di pinggir kota tempat tinggalnya. Tiada seorang manusia pun yang mau datang kepadanya selain dari istrinya yang bertugas merawatnya dan mengurusi keperluannya.

Menurut suatu pendapat, istri Ayub jatuh miskin, lalu ia bekerja menjadi pelayan bagi orang lain yang hasilnya ia gunakan untuk keperluan suaminya.

Nabi Saw. pernah bersabda sehubungan dengan masalah cobaan ini:

Orang yang paling keras cobaannya ialah para nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu menyusul orang-orang yang utama dan orang-orang yang sebawahnya.

Di dalam hadis lain disebutkan:

Seorang lelaki diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya kuat, maka cobaan yang menimpanya diperkuat pula.

Nabi Ayub adalah seorang yang sangat penyabar, sehingga kesabarannya dijadikan sebagai peribahasa yang patut diteladani.

Yazid ibnu Maisarah mengatakan bahwa ketika Allah menimpakan cobaan kepada Ayub a.s. dengan melenyapkan keluarganya, harta benda, dan anak-anaknya, sehingga Ayub tidak memiliki sesuatu pun lagi, Ayub berzikir kepada Allah dengan baik. Dalam doanya ia mengatakan, "Aku memuji-Mu, wahai Tuhan semua makhluk. Engkau telah memberiku dengan pemberian yang baik, Engkau telah memberiku harta benda dan anak, sehingga tiada suatu ruang pun dalam kalbuku melainkan disibukkan olehnya. Lalu Engkau mengambil kesemuanya dariku dan Engkau kosongkan hatiku, sehingga tiada sesuatu pun yang menghalang-halangi antara aku dan Engkau (untuk berzikir mengingat-Mu). Seandainya musuhku si iblis itu mengetahui apa yang aku perbuat, tentulah dia akan dengki kepadaku." Mendengar hal tersebut,maka iblis menjadi marah.

Yazid ibnu Maisarah melanjutkan kisahnya, bahwa Ayub mengatakan dalam doanya, "Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah memberiku harta dan anak, dan tidak ada seorang manusia pun yang berdiri di hadapan pintu rumahku mengadu tentang kezaliman yang kulakukan terhadapnya. Dan Engkau Maha Mengetahui tentang itu. Sesungguhnya telah disediakan bagiku sebuah hamparan untukku, tetapi aku meninggalkannya, dan kukatakan kepada diriku sendiri, "Hai tubuhku, sesungguhnya kamu diciptakan bukan untuk berbaring di atas hamparan (kasur) itu, "aku tinggalkan hal tersebut tiada lain hanyalah semata-mata mengharapkan rida-Mu."

Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim. Telah diriwayatkan pula dari Wahb ibnu Munabbih kisah mengenai Ayub ini dengan panjang lebar, dikemukakan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim berikut sanadnya dari Wahb ibnu Munabbih. Diriwayatkan juga oleh sejumlah ulama tafsir mutaakhkhirin, hanya di dalamnya terkandung hal yang garib (aneh). Kami tidak mengetengahkannya karena kisahnya terlalu panjang.

Menurut suatu riwayat, Ayub mengalami cobaan ini dalam masa yang sangat lama. Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai penyebab yang membuat keadaan Ayub sedemikian parahnya. 

Al-Hasan dan Qatadah mengatakan bahwa Ayub a.s. dicoba selama tujuh tahun lebih beberapa bulan dalam keadaan terbaring di tempat pembuangan sampah kaum Bani Israil. Sehingga hewan-hewan berkeliaran menginjak tubuhnya. Lalu Allah membebaskannya dari cobaan itu dan memberinya pahala yang besar serta memujinya dengan pujian yang baik.

Wahb ibnu Munabbih mengatakan bahwa Ayub a.s tinggal dalam keadaan dicoba selama tiga tahun, tidak lebih dan tidak kurang.

As-Saddi mengatakan bahwa daging tubuh Ayyub berguguran rontok, sehingga tiada yang tersisa dari tubuhnya selain otot-otot dan tulang-tulangnya. Selama itu Ayub dirawat oleh istrinya yang selalu mendatanginya dengan membawa abu. Setelah sakit Ayub cukup lama, istrinya berkata kepadanya, "Hai Ayub, sekiranya kamu berdoa kepada Tuhanmu untuk kesembuhanmu, tentu Dia akan melenyapkan penyakitmu ini." Ayub menjawab, "Saya telah menjalani masa hidup selama tujuh puluh tahun dalam keadaan sehat. Masa itu sebentar, maka sudah sepantasnya bagiku bersabar demi karena Allah selama tujuh puluh tahun." Maka istrinya merasa terkejut dan mengeluh mendapat jawaban tersebut, lalu ia pergi.

Istri Ayub bekerja pada orang-orang dengan memperoleh imbalan upah, kemudian ia datang kepada Ayub seraya membawa hasil dari kerjanya, lalu ia memberi makan Ayub. 

Sesungguhnya iblis pergi menemui dua orang Palestina sahabat karib Ayub, keduanya bersaudara. Ketika iblis telah sampai pada keduanya, iblis mengatakan, "Saudara kamu berdua yang bernama Ayub sedang mengalami cobaan anu dan anu. Maka datanglah kamu berdua kepadanya seraya membesuknya, dan bawalah besertamu minuman ini. Sesungguhnya minuman ini berasal dari khamr negeri kalian, jika dia mau meminumnya, tentulah ia akan sembuh dari penyakitnya."

Kedua orang lelaki itu lalu datang menjenguk Ayub. Ketika keduanya melihat keadaan Ayub, maka keduanya menangis, dan Ayub bertanya, "Siapakah Kamu berdua?" Keduanya menjawab, "Saya adalah anu dan Fulan." Ayub menyambut kedatangan keduanya dan mengatakan, "Marhaban (selamat datang) dengan orang-orang yang tidak menjauhiku saat aku tertimpa cobaan ini." Keduanya berkata, "Hai Ayub, barangkali kamu menyembunyikan sesuatu, lalu menampakkan yang lainnya. Oleh karena itu, Allah mengujimu dengan cobaan ini."

Maka Ayub menunjukkan pandangannya ke langit, lalu berkata, "Dia mengetahui saya tidak menyembunyikan sesuatu di balik apa yang saya lahirkan, tetapi Tuhanku sengaja sedang mengujiku untuk Dia lihat apakah saya bersabar ataukah mengeluh (tidak sabar)." Lalu keduanya berkata, "Hai Ayub, minumlah khamr yang kami bawa ini, karena sesungguhnya jika kamu meminum sebagian darinya, tentulah kamu akan sembuh."

Ayub marah dan berkata, "Rupanya si busuk (iblis) itu telah datang kepada kalian berdua dan menganjurkan agar menyampaikan ini. Kalian haram berbicara denganku, begitu pula makanan dan minuman kalian haram bagiku." Lalu keduanya pergi meninggalkan Ayub.

Istri Ayub berangkat untuk bekerja pada orang lain. Ia membuat roti untuk suatu keluarga yang mempunyai seorang anak kecil. Saat roti telah masak, anak mereka masih tidur, sedangkan mereka tidak mau mengganggu tidur anak mereka, karenanya mereka memberikan roti itu kepada istri Ayub.

Istri Ayub membawa roti itu pulang ke rumah Ayub, tetapi Ayub merasa heran dengan kedatangannya yang begitu cepat, lalu ia bertanya, "Mengapa engkau begitu cepat pulang, apakah yang engkau alami hari ini?" Maka si istri menceritakan apa yang telah dialaminya. Ayub berkata, "Barangkali anak kecil itu telah bangun dari tidurnya, lalu meminta roti kepada orang tuanya dan mereka tidak menemukannya, sehingga anak kecil itu terus-menerus menangis meminta roti kepada orang tuanya. Sekarang kembalilah ke rumah itu dan bawalah kembali roti ini."

Ia kembali, dan ketika sampai di tangga rumah mereka, tiba-tiba ada seekor kambing milik mereka menyeruduknya, maka ia mengeluarkan kata cacian, "Celakalah si Ayub yang keliru itu." Setelah ia menaiki tangga rumah keluarga itu, ia menjumpai anak tersebut telah bangun dari tidurnya dalam keadaan menangis meminta roti kepada orang tuanya.

Anak itu tidak mau menerima makanan apa pun dari orang tuanya selain roti itu. Maka saat itu juga istri Ayub berkata, "Semoga Allah merahmati Ayub." Lalu roti itu dia berikan kepada anak itu, dan ia pulang ke rumah.

Kemudian iblis datang lagi kepada istri Ayub dalam rupa seorang tabib. Iblis berkata kepadanya, "Sesungguhnya suamimu menderita sakit yang cukup lama. Jika ia menginginkan sembuh dari sakitnya, hendaklah ia menangkap seekor lalat, lalu menyembelihnya dengan menyebut nama berhala Bani Fulan. Sesungguhnya ia akan sembuh dari penyakitnya, kemudian dapat melakukan tobat sesudahnya."

Istri Ayub mengatakan apa yang dipesankan oleh iblis itu kepada suaminya. Maka Ayub menjawab.”Sesungguhnya engkau telah kedatangan makhluk jahat itu lagi. Demi Allah, seandainya aku telah sembuh dari sakitku ini, aku akan menderamu sebanyak seratus kali pukulan."

Istri Ayub pergi untuk mencari nafkah buat suaminya, tetapi rezeki terhalang darinya, tidak sekali-kali ia mendatangi rumah suatu keluarga untuk menawarkan jasa pelayanannya, melainkan mereka menolaknya. Setelah bersusah payah mencari rezeki, tetapi tidak berhasil juga, ia merasa khawatir suaminya Ayub akan kelaparan, maka ia terpaksa mencukur salah satu kepangan rambutnya, lalu menjualnya kepada seorang anak perempuan dari keluarga orang yang terhormat lagi kaya. Maka mereka memberikan imbalan kepadanya berupa makanan yang baik-baik lagi berjumlah banyak. Istri Ayub membawa makanan itu kepada suaminya. Ketika Ayub melihat makanan itu, ia merasa curiga, lalu bertanya kepada istrinya, "Dari manakah kamu dapatkan makanan ini?" Ia menjawab, "Saya bekerja kepada orang lain dan mereka memberikan makanan ini sebagai imbalannya," lalu Ayub mau memakannya.

Pada keesokan harinya istri Ayub keluar lagi untuk mencari pekerjaan, tetapi ia tidak menemukannya, hingga terpaksa memotong lagi kepangan rambutnya yang masih tersisa, lalu menjualnya kepada anak perempuan yang sama. Keluarga anak itu memberinya makanan sebagai pembayarannya, sama dengan makanan yang kemarin. Istri Ayub membawa makanan kepada suaminya, maka Ayub bertanya, "Demi Allah, aku tidak mau memakannya sebelum aku ketahui dari manakah makanan ini didapat." Maka istri Ayub membuka kerudung yang menutupi kepala­nya. Ketika Ayub melihat rambut istrinya dicukur, ia sangat terpukul dan merasa sedih yang amat sangat. Maka pada saat itu juga Ayub berdoa kepada Allah Swt., seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Musa Ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Abu Imran Al-Juni, dari Nauf Al-Bakkali, bahwa setan yang mengganggu Ayub dikenal dengan sebutan Mabsut.

Nauf Al-Bakkali mengatakan bahwa istri Ayub berkata kepada suaminya, "Berdoalah kepada Allah memohon kesembuhan, pasti Allah akan menyembuhkanmu." Akan tetapi, Ayub tetap tidak mau berdoa untuk memohon kesembuhannya. Hingga pada suatu hari lewatlah sejumlah orang dari kalangan Bani Israil di dekat tempat Ayub berada. Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Musibah yang menimpanya tiada lain karena dosa besar yang dikerjakannya." Maka pada saat itu juga Nabi Ayub berdoa kepada Allah, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:

(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Zaid, dari Yusuf ibnu Mahran, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, bahwa Allah memberinya pakaian dari surga, lalu Ayub menjauh dari tempatnya dan duduk di suatu tempat yang agak jauh dari tempat semula. Ketika istrinya datang, istrinya tidak mengenalinya, lalu si istri bertanya, "Hai hamba Allah, ke manakah perginya orang yang mengalami musibah, tadi ia di sini? Saya khawatir bila ia dibawa pergi oleh anjing-anjing atau oleh serigala-serigala pemangsa." Kemudian istri Ayub mengajaknya ber­bicara selama sesaat. Maka Ayub (yang telah berganti rupa itu) menjawab, "Celakalah kamu, saya ini Ayub." Istrinya berkata, "Apakah engkau memperolok-olokku, hai hamba Allah?" Ayub berkata, "Celakalah kamu, aku adalah Ayub. Allah telah mengembalikan tubuhku seperti sediakala."

Ibnu Abbas mengatakan pula bahwa Allah mengembalikan semua harta dan anak-anaknya saat itu juga, kemudian diberi lagi anak yang berjumlah sama dengan mereka.

Wahb ibnu Munabbih mengatakan bahwa Allah menurunkan wahyu kepada Ayub, "Sesungguhnya Aku telah mengembalikan kepadamu seluruh keluargamu dan harta bendamu, ditambah dengan yang sejumlah dengan mereka. Maka mandilah'dengan air ini, karena sesungguhnya pada air ini terkandung kesembuhan bagimu. Lalu berkurbanlah untuk sahabat-sahabatmu dan mintalah ampunan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka telah durhaka kepada-Ku karena kamu." Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Abu Hatim mengatakan: 

telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Marzuq, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari An-Nadr ibnu Anas, dari Basyir ibnu Nuhaik, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Setelah Allah memulihkan kesehatan Ayub, maka Allah menghujaninya dengan belalang emas. Lalu Ayub memungutinya dengan tangan dan memasukkannya ke dalam baju. Maka dikatakan kepadanya, "Hai Ayub, tidakkah engkau merasa kenyang?" Ayub menjawab, "Wahai Tuhanku, siapakah yang merasa kenyang dengan rahmat-Mu?”

Asal hadis ini ada pada kitab Sahihain, akan dijelaskan dalam pembahasan lain.

Indonesian - Tafsir Kemenag RI
(83) Dengan ayat ini Allah mengingatkan Rasul-Nya dan kaum Muslimin kepada kisah Nabi Ayyub a.s. yang ditimpa suatu penyakit yang berat sehingga berdoa memohon pertolongan Tuhannya untuk melenyapkan penyakitnya itu, karena ia yakin bahwa Allah amat penyayang. Pendapat ulama lain mengatakan bahwa Nabi Ayyub pada ayat ini hanya mencurahkan isi hatinya kepada Allah seraya mengagungkan kebesaran Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Walaupun berbeda-beda riwayat yang diperoleh tentang Nabi Ayyub, baik mengenai pribadinya, masa hidupnya dan macam penyakit yang dideritanya, namun ada hal-hal yang dapat dipastikan tentang dirinya, yaitu bahwa dialah seorang hamba Allah yang saleh, telah mendapat cobaan dari Allah, baik mengenai harta benda, keluarga, dan anak-anaknya, maupun cobaan yang menimpa dirinya sendiri. Dan penyakit yang dideritanya adalah berat. Meskipun demikian semua cobaan itu dihadapinya dengan sabar dan tawakkal serta memohon pertolongan dari Allah dan sedikit pun tidak mengurangi keimanan dan ibadahnya kepada Allah.


SOAL LATIHAN INFORMATIKA KELAS 8 SMT 1

 

1.      Jelaskan Tema yang tepat untuk melatih peserta didik untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari yang di dalamnya terdapat aspek informatika, khususnya algoritma, optimasi penjadwalan, struktur data list, dan representasi data

2.      Jelaskan Analisis logika (pupuk dan bunga, irisan himpunan)

3.      Jelaskan Satuan, puluhan ratusan dan ribuan

4.      Jelaskan Pengertan aplikasi

5.      Jelaskan Fungsi utama dari sebuah aplikasi adalah:

6.      Jelaskan Fungsi utama dari aplikasi pengolah kata adalah:

7.      Jelaskan Fungsi Aplikasi pengolah angka

8.      Jelaskan Fungsi utama dari aplikasi presentasi adalah:

9.      Jelaskan Fitur  stykes and formatting pada  aplikasi pengolah kata

10.  Apa yang dimaksud dengan "ekstensi" dalam konteks nama file komputer?

11.  Jelaskan Jenis ekstensi file yang umum digunakan untuk dokumen teks adalah:

12.  Jelaskan File gambar biasanya memiliki ekstensi:

13.  Apa jenis ekstensi yang umum digunakan untuk file audio

14.  Sebutkan contoh nama file beserta ekstensinya yang tepat untuk dokumen teks:

15.  Jelaskan File eksekusi program atau aplikasi biasanya memiliki ekstensi:

16.  Jelaskan Fungsi perintah   copy , paste, cut

17.  Jelaskan pengertian Laboratorium  maya?

18.  Sebutkan Contoh penerapan laboratorium maya

19.  Sebutkan Fitur  laboratorium maya?

20.  Jelaskan Pengertian perangkat masukan dan contoh  pada sistem komputer?

21.  Sebutkan Unit  pemrosesan pada komputer?

22.  Sebutkan Contoh perangkat keluaran pada sistem komputer

23.  Sebutkan Komponen yang digunakan sebagai sistem penyimpanan permanen pada komputer?

24.  Sebutkan Bagian mana dari sistem komputer yang berfungsi untuk menyimpan data dan program secara sementara?

25.  Apa yang dimaksud dengan hardware pada sistem komputer?

26.  Apa yang dimaksud dengan perangkat lunak (software) dalam konteks komputer?

27.  Sebutkan 4 contoh media penyimpanan yang sering digunakan dalam komputer.

28.  Jelaskan  pengertian  cloud storage!

29.  Sebutkan Contoh Sistem operasi

30.  Sebutkan contoha perangkat lunak Aplikasi

31.  Sebutkan  secara singkat tentang komponen utama komputer.

32.  Berikan 4 contoh hardware!.

LATIHAN SOAL PKN SMT 1

1. Sebutkan tokoh tokoh yang memimpin pemberontakan PKI!
2. Sebutkan nama nama presiden yang pernah memimpin Indonesia 
3. Sebutkan isi dari trias politika 
4. Sebutkan isi dekrit presiden 
5. Sebutkan isi Tritura!
6. sebutkan Pemberontakan pemberontakan pasca kemerdekaan Indoensia dan tokoh tokohnya!
7. sebutkan penyimpangan penyimpangan yang terjadi pada masa orde lama!
8. apa bentuk penurunan rasa nasionalisme dan apa penyebabnya?
9. perwujudan nilai nilai pancasila dibidang ekonomi
10. Perbedaan antara modernisasai dan westernisasi 
11. sebutkan Contoh perilaku yang merupakan perwujudan nilai Pancasila dalam bidang pertahanan dan keamanan di lingkungan masyarakat 
12. Sebutkan Perwujudan  nilai kerakyatan di lingkungan sekolah!
13. Sebutkan jumlah Alenia dalam pembukaan UUD 1945 dan kandungannya
14. Sebutkan Tindakan yang dapat dilakukan warga negara untuk membantu pemerintah mencapai kesejahteraan umum
15. apakah Pengertian  kedaulatan?
16. SEbutkan contoh dari tindakan kedaulatan kedalam 
17. Sebutkan Contoh betuk sikap rakyat dalam menjaga kedaulatan kedalam !


Pembahasan: 
1. Tokoh-tokoh yang memimpin pemberontakan PKI:
   - D.N. Aidit
   - Muso
   - Dipa Nusantara Aidit
   - Chairul Saleh

2. Nama-nama presiden yang pernah memimpin Indonesia:
   - Soekarno
   - Soeharto
   - B.J. Habibie
   - Abdurrahman Wahid
   - Megawati Soekarnoputri
   - Susilo Bambang Yudhoyono
   - Joko Widodo

3. Isi dari Trias Politika:
   - Pembagian kekuasaan negara menjadi tiga cabang utama: eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

4. Isi dekrit presiden: Pembubaran konsstituante dan kembali kepada UUD 1945 , pembentukan mprs dan dpas 

5. Isi Tritura (Trituntutan Rakyat):
   - Pembubaran PKI
   - Penghancuran benteng-benteng PKI
   - Penegakan hukum terhadap para tokoh PKI

6. Pemberontakan pasca kemerdekaan Indonesia dan tokoh-tokohnya:
   - PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Permesta (Perjuangan Semesta) di awal 1950-an.
   - Darul Islam di Jawa Barat yang dipimpin oleh Kartosuwiryo.
   - RMS (Republik Maluku Selatan) di Maluku yang dipimpin oleh Soumokil.

7. Penyimpangan yang terjadi pada masa Orde Lama:
   - Kebijakan ekonomi terpencil (Nasakom), penguatan ideologi komunis.
   - Sentralisasi kekuasaan pada pemerintah pusat.
   - Penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat pemerintah.
- presiden seumur hidup


8. Bentuk penurunan rasa nasionalisme dan penyebabnya:
   - Bentuk: Kurangnya kebanggaan terhadap identitas nasional, penurunan semangat kebangsaan.
   - Penyebab: Korupsi, ketidaksetaraan sosial dan ekonomi, konflik internal.

9. Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang ekonomi:
   - Kesejahteraan bersama, keadilan ekonomi, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan ekonomi.
- Adanya Koperasi. 

10. Perbedaan antara modernisasi dan westernisasi:
    - Modernisasi: Proses perubahan menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan termasuk budaya, teknologi, dan sosial.
    - Westernisasi: Pengaruh khusus dari budaya Barat dalam bidang tertentu tanpa perubahan menyeluruh.

11. Contoh perilaku yang merupakan perwujudan nilai Pancasila dalam bidang pertahanan dan keamanan di lingkungan masyarakat:
    - Partisipasi aktif dalam pertahanan sipil.
    - Menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

12. Perwujudan nilai kerakyatan di lingkungan sekolah:
    - Musyawarah untuk pengambilan keputusan.
    - Keterlibatan siswa dalam kegiatan sekolah.

13. Alenia dalam pembukaan UUD 1945 dan kandungannya:
    - Jumlah alinea: 4
    - Kandungan: Mengenai hak dan kewajiban, kemerdekaan, dan cita-cita nasional.

14. Tindakan yang dapat dilakukan warga negara untuk membantu pemerintah mencapai kesejahteraan umum:
    - Patuh pada peraturan.
    - Partisipasi dalam pembangunan.
    - Menerapkan nilai-nilai gotong royong.
- membuka lowongan pekerjaan

15. Pengertian kedaulatan:
    - Hak dan kewenangan tertinggi suatu negara untuk mengatur dirinya sendiri tanpa campur tangan dari pihak asing.

16. Contoh dari tindakan kedaulatan kedalam:
    - Pembuatan undang-undang dan kebijakan dalam negeri.

17. Contoh bentuk sikap rakyat dalam menjaga kedaulatan kedalam:
    - Mendukung kebijakan pemerintah yang menguatkan posisi negara di tingkat internasional.
    - Menjaga persatuan dan kesatuan dalam negeri.



Soal Latihan Assesmen Informatika Kelas 7


1. Apakah yang dimaksud antar muka (user interface)!
2. Sebutkan 3 jenis antar muka yanng kamu ketahui! 
3. Jelaaskan pengertian folder! 
4. Jelaskan fungsi perintah berikut: cut, copy, paste, rename dan delete! 
4. Apakah yang dimaksud dengan browser (peramban) ? 
5. Sebutkan 4 contoh peramban(browser)! 
6. Jelaskan fungsi tombol berikut: back, forward, bookmark and favorit, 
7. Jelaskan pengertian dari mesin pencari! 
8. Sebutkan 4 contoh mesin pencari ! 
9. Bagaimanakah cara kerja mesin pencari? 
10. Sebutkan 3 komponen utama sistem komputer !
6. Sebutkan 4 jenis perangkat keras !
7. Sebutkan pengertian perangkat keras! 
8. Sebutkan pengertian software! 9. Sebutkan pengeertian peranngkat masukan! 
10. Apakaah yang dimaaksud dengan sistem operasi? 
11. Sebutkan 3 sistem operasi!
12. Sebutkan 3 layanan mesin pencari!
13. Jelaskan pengertian aplikasi pengolah kata! 
14. Apakaah yanng dimaksud dengan piranti penyimpanan eksternal? 
15. Sebutkan 3 contoh perangkat penyimpanan!
16. Apakah yang dimaksud dengan cloud storage?
Berikan contoh layanan penyimpanan awan!

Sikap Dalam Menghadapi Informasi Dan Badai Kebohongan



An-Nur 24:12

لَّوۡلَآ إِذۡ سَمِعۡتُمُوهُ ظَنَّ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بِأَنفُسِهِمۡ خَيۡرًا وَقَالُواْ هَٰذَآ إِفۡكٌ مُّبِينٌ 

Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, “Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata.”

Tafsir Jalalayn

(Mengapa tidak, sewaktu kalian mendengar berita bohong itu orang-orang Mukmin dan Mukminat berprasangka terhadap diri mereka sendiri) sebagian dari mereka mempunyai prasangka terhadap sebagian yang lain (dengan sangkaan yang baik, dan mengapa tidak berkata, "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata") dan jelas bohongnya. Di dalam ayat ini terkandung ungkapan Iltifat dari orang-orang yang diajak bicara. Maksudnya, mengapa kalian hai golongan orang-orang yang menuduh, mempunyai dugaan seperti itu dan berani mengatakan hal itu?

Tafsir Ibn Kathir

Hal ini merupakan pelajaran dari Allah kepada orang-orang mukmin dalam kisah Aisyah r.a. saat sebagian dari mereka memperbincangkan hal yang buruk dan pergunjingan mereka tentang berita bohong tersebut. Allah Swt. berfirman:

Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong itu (yakni tuduhan yang dilontarkan terhadap diri Siti Aisyah r.a.) orang-orang mukmin dan mu’minat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri. (An Nuur:12)

Yaitu mengapa pada diri mereka sendiri seandainya tuduhan seperti itu dilontarkan terhadap diri mereka. Jika tuduhan tersebut tidak layak dilontarkan terhadap diri mereka, maka terlebih lagi tidak layaknya jika dilontarkan kepada Ummul Mu’minin, ia lebih bersih dari pada diri mereka.

Menurut pendapat lain, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Ayub Khalid ibnu Zaid Al-Ansari dan istrinya. 

Seperti yang disebutkan di dalam riwayat Imam Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar, dari ayahnya, dari sebagian orang yang terkemuka dari kalangan Bani Najjar, bahwa Abu Ayub Khalid ibnu Zaid Al-Ansari ditanya oleh istrinya (yaitu Ummu Ayub), "Hai Abu Ayub, tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orang tentang Aisyah r.a." Abu Ayub menjawab, "Ya, berita tersebut adalah dusta. Apakah engkau berani melakukan hal tersebut (seperti yang dituduhkan oleh mereka), hai Ummu Ayub?" Ummu Ayub menjawab, "Tidak, demi Allah, aku benar-benar tidak akan melakukan hal tersebut." Maka Abu Ayub menjawab, "Aisyah, demi Allah, lebih baik daripada kamu."

Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa setelah diturunkan ayat Al-Qur'an yang menyebutkan tentang apa yang telah dituduhkan oleh para penyiar berita bohong terhadap diri Aisyah, yaitu firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kalian juga. (An Nuur:11) Maksudnya, Hassan dan teman-temannya yang mengatakan berita bohong itu. Kemudian Allah Swt. berfirman: Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan mu’minat tidak berprasangka baik. (An Nuur:12), hingga akhir ayat. Yakni seperti apa yang dikatakan oleh Abu Ayub dan istrinya.

Muhammad ibnu Umar Al-Waqidi mengatakan telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Habib, dari Daud ibnul Husain, dari Abu Sufyan, dari Aflah maula Abu Ayyub, bahwa Ummu Ayyub berkata kepada Abu Ayyub, "Tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orang tentang Aisyah?" Abu Ayyub menjawab, "Ya, benar, dan itu adalah berita bohong. Apakah kamu berani melakukan hal itu, hai Ummu Ayyub?" Ummu Ayyub menjawab, "Tidak, demi Allah." Abu Ayyub berkata, "Aisyah, demi Allah, lebih baik daripada kamu." Setelah diturunkan wahyu yang menceritakan tentang para penyiar berita bohong itu, Allah Swt. berfirman: Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan mukminat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata, "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.” (An Nuur:12) Yaitu seperti yang dikatakan oleh Abu Ayyub saat berkata kepada istrinya, Ummu Ayyub.

Menurut pendapat yang lain, sesungguhnya orang yang berprasangka baik itu hanyalah, Ubay ibnu Ka'b. 

Firman Allah Swt.:

orang-orang mukmin (tiada) berprasangka. (An Nuur:12), hingga akhir ayat.

Artinya, mengapa mereka tidak berprasangka baik, karena sesungguhnya Ummul Mu’minin adalah orang yang ahli kebaikan dan lebih utama sebagai ahli kebaikan. Hal ini berkaitan dengan hati, yakni batin orang yang bersangkutan. 

Firman Allah Swt.:

Dan (mengapa tidak) berkata, "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.” (An Nuur:12)

Kemudian lisan mereka mengatakan bahwa berita tersebut adalah dusta dan bohong belaka yang mereka lontarkan terhadap pribadi Siti Aisyah Ummul Mu’minin. Karena sesungguhnya kejadian yang sebenarnya sama sekali tidak mengandung hal yang mencurigakan, sebab Siti Aisyah Ummul Mu’minin datang dengan mengendarai unta Safwan ibnul Mu'attal di waktu tengah hari, sedangkan semua pasukan menyaksikan kedatangan tersebut dan Rasulullah Saw. ada di antara mereka. Seandainya hal tersebut mengandung kecurigaan, tentulah kedatangan tersebut tidak dilakukan secara terang-terangan, tentu pula kedatangan keduanya tidak mau disaksikan oleh semua orang yang ada dalam pasukan itu. Bahkan dengan segala upaya seandainya mengandung hal yang mencurigakan, tentu kedatangan mereka dilakukan dengan sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh orang lain. Berdasarkan kenyataan ini dapat disimpulkan bahwa apa yang mereka lontarkan terhadap diri Siti Aisyah berupa tuduhan tidak baik hanyalah bohong belaka dan buat-buatan, serta tuduhan keji dan merupakan transaksi yang merugikan pelakunya.

Palestina saudaraku

Palestina saudaraku

 Ditulis oleh Retno Marsudi 

Bocah itu menangis
Dia terluka
dia tidak bisa berkata Dia tidak tahu di mana bapak ibunya 
setiap 10 menit 
satu anak wafat di Gaza 
ribuan orang tua kehilangan
anak 
tak terbilang berapa ribu anak kehilangan
orang tuanya 
setiap tangan tertulis nama mereka 
tidak ingin mati tanpa
penanda 
rumah mereka hanya langit 
kasur mereka hanya bumi 
kapan kekejaman ini akan berhenti 
Kapan keadilan ini akan menghampiri
Aku dan Indonesiaku 
Pantang Mundur 
akan terus membantumu 
aku dan Indonesiaku akan terus bersamamu sampai penjajah itu bersamamu sampai penjajah itu enyah dari rumahmu

Palestina, 
Kau adalah saudaraku dan aku Indonesiaku akan selalu bersamamu 

Jakarta, 5 Nopember 2023

Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa

Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa, beliau berkata :  الفصل الثاني في أسرار الصوم وشروطه الباطنة  اعلم ...