Persaudaraan (ukhuwwah islāmiyyah) adalah ikatan suci yang dibangun di atas dasar iman. Ia tidak sekadar hubungan sosial, tetapi hubungan spiritual yang menyatukan hati kaum muslimin. Imam Hasan Al-Banna menjelaskan bahwa ukhuwah tidak tumbuh secara tiba-tiba, melainkan melalui lima tingkatan utama (أركان الأخوة) yang harus dilalui secara bertahap.
Kelima tingkatan tersebut adalah:
---
1. 🌱 Ta‘āruf (تعارف) – Mutual Acquaintance (Saling Mengenal)
Tahapan pertama dalam membangun ukhuwah adalah ta‘āruf, yaitu saling mengenal satu sama lain. Tanpa perkenalan, tidak akan lahir kasih sayang. Melalui perkenalan, kita dapat memahami latar belakang, karakter, dan kondisi saudara kita.
📖 Dalil Al-Qur’an:
> ﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ﴾
"Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."
(QS. Al-Ḥujurāt [49]: 13)
Perkenalan adalah langkah awal untuk meruntuhkan dinding pemisah dan membangun jembatan persaudaraan.
---
2. 🤝 Tafāhum (تفاهم) – Mutual Understanding (Saling Memahami)
Setelah mengenal, tahap berikutnya adalah saling memahami. Tafāhum berarti berusaha memahami perasaan, kebutuhan, dan kondisi saudara kita tanpa prasangka buruk. Di tahap ini, ukhuwah mulai tumbuh lebih dalam karena dilandasi empati dan kesadaran.
📖 Dalil Al-Qur’an:
> ﴿ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴾
"Dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran."
(QS. Al-‘Aṣr [103]: 3)
Saling memahami membuat kita tidak terburu-buru menyalahkan, tetapi lebih mengedepankan nasihat dan kasih sayang.
---
3. 🛠️ Ta‘āwun (تعاون) – Mutual Cooperation (Saling Menolong)
Tahapan ketiga adalah ta‘āwun, yaitu saling membantu dalam kebaikan. Persaudaraan sejati tidak berhenti pada empati, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata membantu saudara yang membutuhkan, baik secara moral maupun materi.
📖 Dalil Al-Qur’an:
> ﴿ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ﴾
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."
(QS. Al-Mā’idah [5]: 2)
Saling tolong-menolong menjadi bukti nyata adanya cinta dan solidaritas sesama muslim.
---
4. 🤲 Takāful (تكافل) – Mutual Responsibility (Saling Menanggung)
Tahap keempat adalah takāful, yaitu saling menanggung beban dan kesulitan. Dalam tahap ini, seorang muslim tidak hanya membantu sesaat, tetapi ikut serta memikul beban saudaranya seolah-olah masalah itu adalah miliknya sendiri.
📜 Hadis Nabi ﷺ:
> « مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى »
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur."
(HR. Muslim, no. 2586)
Takāful adalah bukti bahwa persaudaraan bukan sekadar kata-kata, tetapi rasa yang mengikat hati.
---
5. ❤️ Itsār (إيثار) – Selflessness / Altruism (Mendahulukan Orang Lain)
Tingkatan tertinggi dalam ukhuwah adalah itsār, yaitu mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri, bahkan ketika kita juga membutuhkannya. Ini adalah puncak dari keikhlasan dan cinta sejati.
📖 Dalil Al-Qur’an:
> ﴿ وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ﴾
"Dan mereka mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan."
(QS. Al-Ḥasyr [59]: 9)
📜 Hadis Nabi ﷺ:
> « لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ »
"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
(HR. Bukhari no. 13, Muslim no. 45)
Itsār merupakan puncak ukhuwah, ketika kepentingan saudara lebih utama daripada kepentingan pribadi.
---
🌟 Penutup
Lima tingkatan Arkānul Ukhuwwah menurut Imam Hasan Al-Banna —
1️⃣ Ta‘āruf (Mutual Acquaintance)
2️⃣ Tafāhum (Mutual Understanding)
3️⃣ Ta‘āwun (Mutual Cooperation)
4️⃣ Takāful (Mutual Responsibility)
5️⃣ Itsār (Selflessness / Altruism)
— merupakan jalan bertahap menuju persaudaraan sejati. Semakin tinggi tingkatannya, semakin kuat pula ikatan hati di antara sesama muslim. Ukhuwah yang dibangun di atas keimanan dan kelima pilar ini akan menjadi kekuatan besar yang mempersatukan umat dan mengantarkan pada kejayaan Islam.
🌱
Oleh Sahabat Tarbiyah Temanggung