Deklarasi Laskar Kretek



Ribuan petani tembakau menghadiri aksi unjuk rasa dan sekaligus Deklarasi Laskar Krtek. Acara ini dihadiri oleh ribuan masyarkat petani tembakau dari berbagai daerah dari kebupaten Temanggung. Bahkan Petani dari luar kabupaten Temanggung pun turut menghardiri.
Acara ini diadakan sehubungan dengan adanya Undang-undang pertembakauan yang dirasa oleh para petani akan merugikan para petani, khususnya petani Tembakau. Tembakau merupakan tanaman perdagangan yang menjadi andalan masyarakat Temanggung.


Undang -undang pertembuakauan merupakan saah satu upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif rokok. Namun demikian masyarakat punya alasan ekonomi untuk mempertahankan aktifitas tembakauan.
Permasalahan tembakau di Temanggung memang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun elemen masyarakat yang peduli dengan permasalahan ini.

Antara Seksi dan Syar’i, Pilih Mana?

dakwatuna.com - Mereka bilang, sekarang zaman sudah maju. Tapi mengapa masih banyak wanita yang ‘tidak bisa pakai baju’? Terlihat ‘kesempitan’ dan ‘kurang bahan’. Belum lagi yang ‘bolong sana-sini’. Apa itu yang disebut maju? Kalau memang begitu, yang maju apanya? Mungkin kalau di bidang teknologi, saat ini memang mengalami kemajuan. Alhamdulillah, kita harus bersyukur. Karena teknologi bisa dijadikan wasilah dakwah. Tapi dalam hal agama? Dalam hal moral? Siapa berani bilang sedang maju? Sampai saat ini, masih banyak para wanita berbaju seksi yang tidak menyadari bahwa baju seksi hanya membuat pria-pria yang baik menjauhi mereka. (Padahal fitrah manusia adalah ingin mendapatkan pasangan yang baik bukan?) Sebaliknya, Yang dengan senang hati mendekati mereka adalah orang-orang buruk. Yaitu para pria yang tidak menghormati nilai-nilai moral! Masalah agama dalam pikiran mereka ada di nomor sekian, jauh di bawah! Apa yang mereka miliki dalam pikiran hanya tentang mendapatkan kesenangan gratis! Para wanita berbaju seksi… merekalah yang digunakan sebagai objek! Minimal, merekalah yang terbayang saat pria buruk sedang mengkhayal dan berpikiran jorok. Begitu menjijikkan! Not a second to waste with them. Pria yang baik pasti menginginkan wanita yang bisa istiqamah di tengah gelombang dunia yang semakin menggila. Mendambakan wanita yang teguh memakai pakaian dan jilbab syar’i. Menutupi seluruh tubuhnya dengan taqwa. Menempatkan Islam dalam hatinya. Yang memahami bahwa pria yang baik hanya mau daging yang segar. Pria yang baik sangat memerlukan akhlaqnya, dan juga pengetahuannya yang menakjubkan. Dialah seorang muslimah yang baik. Karena bukan tubuhnya yang akan mengajarkan anak-anaknya kelak, bukan juga kecantikannya yang akan mendidik generasi-generasi berikutnya. Dia akan menjadi ibu dari anak-anak. Dia akan menjadi sekolah untuk anak-anak pewaris negri. Bagi pria yang baik, ia tidak hanya cintanya, tapi juga tanggung jawabnya, temannya, dan juga pribadi untuk menemaninya mengarungi kehidupan ini dan kehidupan berikutnya (jika Allah mengizinkan). Pria yang baik juga meyakini bahwa bidadari pun bisa cemburu padanya, karena dikalahkan oleh keimanannya dan kesetiaannya kepada suaminya. Wallahua’lam. Oleh: Oktarizal Rais Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/04/19353/antara-seksi-dan-syari-pilih-mana/#ixzz1s3xFDwX2

HARAPAN UST TIFATUL SEMBIRING SAAT PKS DALAM GELOMBANG MEDIA


Ditengah gencarnya pemberitaan media tentang PKS, ust Tifatul Sembiring punya banyak harapan untuk PKS, dan Bangsa Indonesia pada umunya. berikut kutipan tulisan beliau dari akun twitter beliau.
Agar tdk sepotong2, saya akan kultwitkan pidato politik saat peluncuran biografi, "Sepanjang Jalan Dakwah" kemarin, mohon maaf jk mengganggu
1. Pembuka pidato: kalau bukan setetes tinta, takkan kugubah sebait puisi, kalau bukan karena cinta, takkan kuungkap kisahku ini
10. Hormati presiden RI dr partai manapun, SBY punya dedikasi mbangun bgs ini, banyak hasilnya dan memang msh ada masalah, itupun diakui..
11. Mengapa kita mulai bersikap kasar, kpd siapa bangsa ini berguru. Kpd pendahulu kita, seperti raja ali haji yang mengajar adab komunikasi
12. Dlm salah satu gurindam dua belas: "siapa berkata kasar banyak orang merasa gusar, siapa berkata lembut banyak orang jadi pengikut"
13. Tdk ada pemerintah yg ingin sengsarakan rakyat, PKS jg ingin sejahterakan rakyat, berarti sdh sama. Lalu dimana masalahnya? KOMUNIKASI
14. Buktinya 1 april, bbm tdk jadi naik, mudah2an tdk naik. Kita berharap tdk ada gejolak dunia yg memicu harga minyak dunia
15. Saya menyerukan rekonsiliasi nasional, tidak bisakah kita duduk bersama, berbincang untuk masa depan kita, masa depan yg lbh cemerlang?
16. Jangan pernah anda berpikir bisa menyelesaikan masalah bangsa ini sendiri, atau dpt ditangani kelompok anda sendiri. Semua elemen diajak
17. Dibagian berikut ini saya ingin sampaikan tentang masalah politik, PKS dan ummat Islam. Panggung politik kita masih diwarnai pragmatisme
18. Jalan2 ke LN, gedung mewah, berebut jabatan dan posisi, banyak kasus2 korupsi: ini semua TIDAK ADA hubungannya dg kesejahteraan rakyat
19. Melihat fenomena2 diatas, banyak org berkata: politik itu kotor. Sebenarnya bukan politiknya yg kotor, tapi siapa orang di belakangnya
2. Saya bersyukur sampai diusia 50 thn, masih dlm NKRI, dan hasil2 capaian pemerintah pd thn 2011 lalu. Siapa syukur, nikmat ditambah Allah
20. Kepada teman2 PKS yg saya cintai dan banggakan, marilah tetap istiqomah, konsisten di jalan yg benar membela rakyat, membantu rakyat...
21. Kita berasal dari rakyat, kita bekerja bersama rakyat dan kita berada disini untuk rakyat. Jangan sekali2 sakiti hati rakyat
22. Rakyat rindu pemimpin yg sederhana, jujur dan apa adanya. PKS Tetaplah dlm slogan: Bersih-Peduli-Profesional.
23. Ingat misi PKS yaitu: Perubahan-Pelayanan dan Penyelamatan bangsa ini. Kita tidak boleh melenceng dari tujuan semula
24. Kpd kaum muslimin, sbg yg mayoritas kita tdk boleh minder. "Jangan merasa rendah, jangan merasa sedih, kalian lebih tinggi jika beriman
25. Namun kita hrs bertoleransi thd perbedaan dan agama yg lain. Hindari kekerasan dan anarkisme, kalau ada masalah selesaikan dg jlr hukum
26. Ummat Islam harus menjadi rahmatan lil 'alamien bagi bumi pertiwi Indonesia tercinta ini...
27. Dibagian terakhir pidato ini sy ingin ungkapkan mengenai pergantian generasi dan optimisme ke depan. Saudara2 Sebangsa dan se tanah air
28. Tahun 2014, akan menjadi ajang peralihan generasi dari generasi tua kpd generasi muda. Sebagian pengamat menyebutnya: the last mohichan
29. Mohichans adalah kisah tentang kepunahan suku indian terakhir di amerika serikat. Ada pula yg mengatakan 2014 sbg: the end of an erra..☺
3. Ada penyakit bbrp kalangan yg dpt mengundang murka Allah swt: 1. Tdk bersyukur 2. Suka cari2 kesalahan orang 3. Suka me-maki2 orang
30. Generasi ini akan berganti, dan ini sudah merupakan sunnatullah, bagaikan tabiat musim. Daun2 tua akan menguning, menjadi coklat, lalu..
31. ..Gugur satu persatu keatas permukaan bumi. "Watilkal ayyaamu nudaawiluha baynannaas". Demikianlah hari2 dipergantikan diantara manusia
32. Bagi siapa saja yg tidak memahami tabiat musim, maka dia akan dilindas oleh Zaman. Kpd yg sudah sepuh, senior2 yg kami hormati silakan
33. Tapi tolong jangan halangi anak2 muda untuk maju, untuk memimpin negeri ini. Masa depan Indonesia berada ditangan generasi muda kita...
34. Anak2 muda harus berani tampil kehadapan, jangan takut jangan ragu. Jangan percaya nasehat ini: Jadi presiden itu harus punya pengalaman
35. Anak2 muda harus berani, hrs jadi petarung bagi kemajuan bangsa ini. Petarung adlh seseorang yg jika dipukul jatuh, dia akan bangkit...
36...Melawan kembali. Jangan jadi pecundang yg belum dipukul sdh jatuh dan tdk bangkit2 lagi. Karena kita telah mewarisi darah serta jantung
37. Para pejuang yang telah merebut kemerdekaan ini. Anak2 muda harus punya kartakter, bermoral. Jangan sampai gagal secara karakter...
38. Sebab berlaku pepatah: sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Anak2 muda harus belajar agar pintar, cerdas dan cerdik
39. Agar tidak jadi jongos asing, tidak jadi kaki tangan asing, tidak diperbudak oleh asing. Dijadikan pembantu, dipukuli dan dianiaya....
4. Apa ancaman keamanan nasional kita? Menurut saya yg utama adalah: desintegration of nation, pecahnya NKRI. Apa yg bisa mempersatukan kita
40. Diperkosa, dibunuh bahkan dihukum pancung di negeri orang..!! Kita ini manusia men..!! Kita punya harkat dan martabat, punya harga diri
41. Kita ini bukan mesin, kita bukan binatang, kita bukan hewan ternak. Kita berhak mendapat kasih sayang, mencintai dan dicintai....☹*sah..
42. Kita dikarunia kekayaan SDA yg berlimpah, sdm tangguh, saya optimis bisa maju. Kita harus bermimpi bisa bersaing dg china, amerika,...
43. Kata ahli hikmah, mimpi hari ini adalah kenyataan di hari esok. Cuci tangan sampai bersih, cukup sekian dan terimakasih...☺
5. Hari ini terlalu banyak orang pintar yg memecah belah persatuan bangsa dan sedikit sekali yg berupaya menjalin persatuan dan kesatuan bgs
6. Bahkan akhir2 ini judul2 berita terkesan provokatif, terkait issu bbm dan koalisi. 'PKS pengkhianat, tendang saja, Presiden takut, ragu2
7. Saya tdk setuju tuduhan2 itu, menurut saya Presiden bukan penakut, beliau seorang militer, lebih tepat Presiden ... http://tmi.me/o2lFX
8. Bagaimana sekiranya partai emosi, koalisi emosi, masyarakat emosi. Lantas presiden ikut pula emosi, akan jadi apa negara ini...
9. Sbg manusia SBY ada kelebihan dan kekurangan, sy sdh 2,5 tahun bekerja dibawah arahan Presiden. Tdk pernah sy dengar SBY berkata kasar
Ini kultwit sepanjang jln dari bandung ke jakarta...☺ RT @Niesa_tea: @tifsembiring ada agenda ke bdg pak?
Siapa ingin pergi ke langsa, boleh mencoba mie razali, siapa ingin membangun bangsa, boleh gabung bersama kami...☺ *ciee2xKompanyeee*

Ghuraba Tapi Gaul



Mukadimah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Islam bermula dalam keadaan asing (gharib), dan akan kembali di anggap asing sebagaimana bermula. Maka beruntunglah orang-orang asing itu (ghuraba).”[1]

Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan, “Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang yang asing.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Imam Thabrani dari Sahl radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya, “Siapakah Ghuraba itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang melakukan perbaikan ketika orang-orang lain rusak.”

Dalam riwayat Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, maksud ghuraba adalah An Nuzza’ minal Qaba-il (Orang-orang yang memutuskan diri dari golongannya). Maksudnya tidak fanatik dengan golongannya.

Dalam riwayat Imam Baihaqy dan Imam Tirmidzi yang lain , maksud ghuraba adalah “Orang-orang yang menghidupkan sunnahku dan mengajarkannya kepada manusia.”

Dalam riwayat Imam Ahmad dan Imam Thabrani, maksud ghuraba adalah “Manusia shalih yang sedikit di antara manusia yang banyak. Orang yang menentang mereka lebih banyak di banding yang mentaati mereka.”

Syaikh Saad Al Ghamidi seorang Ikhwan, munsyid (penasyid), hafizh dan qari terkenal yang murattalnya telah menyebar di negeri-negeri muslim, berkata dalam intro nasyid Arab yang sangat terkenal di kalangan aktifis harakah pada tahun 90-an berjudul Ghuraba yang dilantunkan oleh Syaikh Al Ghamidi sendiri dalam album Ad Damaam 2:

Bukanlah orang asing itu yang berpisah dari negerinya. Tetapi orang asing itu adalah orang yang melihat manusia di sekitarnya bermain-main, ia membangunkan manusia sekitarnya yang tertidur, dan ia di atas jalan kebaikan ketika manusia di sekitarnya terbawa kesesatan. Benarlah perkataan penyair, ketika ia berkata:

Seorang sahabat berkata, “Engkau terlihat asing.

Di antara manusia, engkau tidak memiliki kekasih”

Aku berkata: sekali-kali tidak, bahkan manusia itulah yang terasing

Aku berada pada duniaNya dan mendapat petunjuk di atas jalanNya

Demikianlah orang terasing. Orang terasing di sisi manusia ia laksana terpenjara, tetapi ia mulia di sisi Rabb mereka. Demikian Syaikh Al Ghamidi

Gharib Bukan ‘Uzlah

Ada perbedaan mendasar antara غريب (gharib – terasing) dengan عزلة (‘uzlah – mengasingkan diri). Gharib dalam konteks ini adalah orang yang terasing karena masyarakatnya yang menganggapnya asing, walau ia hidup di tengah masyarakat dan bagian dari mereka, dan ia tidak menjauh dari masyarakat. Sedangkan uzlah adalah orang yang memisahkan diri (i’tizal) dari masyarakat, ia sendiri yang lari dari masyarakat, bukan masyarakat yang menjauh darinya.

Ya, jadilah ghuraba (orang-orang terasing), bukan karena kita pendatang baru di kampung halaman, melainkan karena kita memegang teguh prinsip-prinsip agama, di tengah masyarakat yang telah melupakan agama. Manusia yang memegang teguh sunah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di tengah masyarakat yang tidak kenal siapa sosok nabinya, bahkan istihza (memperolok-olok) sunahnya. Memegang teguh akhlak dan adab Islam, di tengah masyarakat yang terpukau dengan akhlak dan adab Barat yang sekuler dan liberal, atau akhlak dan adab timur yang sinkretisme. Memegang teguh solusi Islam di tengah masyarakat yang lebih mempercayai solusi Barat atau sebaliknya, ucapan para dukun dan penyihir timur. Memegang teguh fikrah Islam di tengah masyarakat yang terpesona fikrah filsafat. Kita terasing di kampung sendiri karena ini, terasing di kantor karena ini, terasing di parlemen karena ini, terasing di kampus karena ini, bahkan terasing di keluarga sendiri karena ini; karena apa? karena Islam yang kita bawa.

Bukan karena kita lari dari mereka. Bukan pula karena kita tidak mengenalkan diri. Mereka telah mengenal kita dan keluarga kita dengan baik, telah mengenal aqidah kita, keimanan, fikrah, akhlak dan adab, serta solusi yang kita bawa, justru karena itu kita dianggap asing. Apa yang kita bawa dan tanamkan, dianggapnya bertentangan dengan kebiasaan, adat, tradisi, kepentingan, dan hawa nafsu mereka. Terasing bukan karena kita menjauh, terasing karena nilai kebaikan yang kita bawa telah menjadi hal yang aneh dan ‘baru’ bagi mereka karena kemalasan mereka mengkaji agama, atau sikap apatis (cuek) dan apriori terhadap agama. Lebih dari itu, apa yang kita bawa menjadi ancaman bagi keadaan status quo mereka.

Kalau kita telah mengalami ini, di mana saja kita beraktifitas da’wah, lalu kita bersabar atas segala macam cobaan dan fitnah manusia, maka mudah-mudahan kita termasuk golongan ghuraba, bukan golongan yang kabur dari keadaan.

Berbaur Lebih Utama Dibanding Uzlah

Imam An Nawawi dalam kitabnya yang terkenal, Riyadhus Shalihin min Kalami Sayyidil Mursalin, membuat bab yang sangat panjang, “Keutamaan berbaur dengan manusia dan menghadiri perkumpulan dan jamaah mereka, menyaksikan kebaikan dan majlis dzikir bersama mereka, menjenguk orang sakit, dan mengurus jenazah mereka. Memenuhi kebutuhan mereka, membimbing kebodohan mereka, dan lain-lain berupa kemaslahatan bagi mereka, bagi siapa saja yang mampu untuk amar ma’ruf nahi munkar, dan menahan dirinya untuk menyakiti, serta bersabar ketika disakiti.”

Imam An Nawawi berkata, “Ketahuilah, bergaul dengan manusia dengan cara seperti yang saya sebutkan, adalah jalan yang dipilih oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan seluruh Nabi Shalawatullah qwa Salamuhu ‘Alaihim, demikian pula yang ditempuh oleh Khulafa’ur Rasyidin, dan orang-orang setelah mereka dari kalangan sahabat, tabi’in, dan orang setelah mereka dari kalangan ulama Islam dan orang-orang pilihannya. Inilah madzhab kebanyakan dari tabi’in dan orang-orang setelah mereka, ini pula pendapat Asy Syafi’i dan Ahmad, dan kebanyakan fuqaha radhiallahu ‘anhum ajma’in. Allah Ta’ala berfirman: “Saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan” (QS. Al Maidah: 2) Ayat-ayat dengan makna seperti yang saya sebutkan sangat banyak dan telah diketahui.[2]

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Orang mu’min yang bergaul dengan manusia dan sabar menghadapi gangguan mereka, lebih baik daripada orang yang tidak mau bergaul dengan mereka dan tak sabar menghadapi gangguan mereka. “(HR. Imam Bukhari dalam Adabul Al Mufrad, Imam At Tirmidzy, dan Imam Ahmad)

Keutamaan bergaul dengan masyarakat merupakan pilihan hidup dari para Imam, ini pula pandangan yang dianut oleh Said bin Al Musayyab, Qadhi Syuraih, Amr bin Asy Sya’bi, Abdullah bin Mubarak, dan lain-lain. Inilah pilihan para ulama masa kini, padahal zaman semakin rusak, namun mereka turun gunung untuk ikut memperbaiki keadaan. Bukan justru lari dari kenyataan.

Demikianlah, sifat ghuraba tidaklah menghalangi kita untuk tetap bergaul dan berda’wah di tengah masyarakat, dan bertahan dari fitnah dan kerusakan mereka, serta menahan diri untuk menyakiti mereka. Dan, makna ghuraba menurut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Sahl bin Saad as Saidi, adalah “Orang-orang yang melakukan perbaikan di tengah masyarakat yang rusak.”

Kapan ‘Uzlah lebih Utama?

Uzlah bisa lebih utama di banding bergaul dengan masyarakat jika kerusakan telah merata dan celah untuk melakukan perbaikan sangat sempit dan sulit. Justru yang terjadi adalah para da’i itu yang tertimpa fitnah, bencana, dan kerusakan. Sedangkan para da’i pun tidak mampu membendung itu semua. Inilah pandangan yang diikuti mayoritas ahli zuhud seperti Ibrahim bin Ad-ham, Sufyan ats Tsauri, Daud ath Tha’iy, Fudhail bin ‘Iyyadh, Bisyr Al Hafy, dan lain-lain. Imam An Nawawi pun membuat bab dalam Riyadhus Shalihin-nya berjudul, Dianjurkannya Uzlah ketika zaman telah rusak atau takut tertimpa fitnah dunia, hal-hal haram, syubhat, dan lain-lain.[3]

Hujjah (argumentasi) kelompok ini adalah Allah Ta’ala berfirman: “Maka bersegeralah kembali kepada Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” (QS. Adz Dzariyat: 50)

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, kaya (hati), dan tersembunyi.” (HR. Muslim)

Dari Abu Said Al Khudri radhiallahu ‘anhu ia berkata, bertanyalah seorang laki-laki, ‘Manusia apa yang paling utama ya Rasulullah?’, Beliau menjawab, “Mu’min yang berjihad dengan dirinya dan hartanya.” Laki-laki itu bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, “Seseorang yang uzlah menuju celah bukit lalu ia menyembah Rabbnya.” Dalam riwayat lain, “Ia meninggalkan manusia karena keburukannya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Umar radhiallahu ;anhu berkata, “Ambil-lah bagian untuk kalian ber- ‘uzlah.”

Daud ath Tha’iy rahimahullah berkata, “Hindarilah manusia sebagaimana engkau lari dari singa.”

Saad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku ingin andai saja antara diriku dan manusia ada sebuah pintu besi, sehingga tak seorang pun berbicara denganku dan aku pun tidak bicara dengannya, hingga aku berjumpa dengan Allah.”

Manfaat Bergaul Dengan Manusia

Imam Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin menyebutkan beberapa kentungan bergaul dengan manusia:

1. Belajar dan mengajar

Ar Rubayyi bin Khaitsam berkata, “Belajarlah lalu uzlah-lah, karena ilmu itu merupakan dasar agama. Tidak ada kebaikan dalam uzlahnya orang-orang awam.”

Seorang ulama ditanya, “Apa pendapatmu tentang uzlahnya orang bodoh?”

Dia menjawab, “Itu sama dengan kehancuran dan bencana.”

Orang itubertanya lagi, “Lalu bagaimana dengan uzlahnya orang berilmu?”

Ulama tersebut menjawab, “Engkau tidak perlu peduli dengannya. Biarkan saja uzlahnya itu. Dia sendiri yang menanggung penderitaan dan kenistaannya. Dia menolak minum air segar, hanya minum dari daun-daun kering hingga berjumpa dengan Allah.”

Sedangkan mengajarkan ilmu adalah salah satu amal paling utama dalam Islam, sebagaimana mencari ilmu.

2. Mengambil dan Memberi Manfaat

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. “ (HR. Muslim)

Hadfits ini tidak bisa kita amalkan tanpa bergaul dengan manusia, dan Rasulullah sendiri menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya (anfa’uhum linnas).

3. Melatih diri sendiri dan membimbing orang lain

Bergaul dengan manusia merupakan sarana berlatih kesabaran, menata jiwa dan emosi, serta menundukan hawa nafsu, karena ia harus menghadapi berbagai karakter manusia. Adapun membimbing manusia sama halnya dengan mengajarkan ilmu kepada mereka, dengan segala macam bentuk dan kendalanya.

4. Mendapat pahala dan Membuat orang lain mendapat pahala

Bergaul dengan manusia membuat anda dapat saling mengunjungi, menjenguk orang sakit, mengurus jenazah, memenuhi kebutuhan, mengundang jamuan makan atau mendatangi undangan. Ini semua tentu tidak syak lagi adalah ladang amal shalih yang memiliki ganjaran yang besar di sisi Allah ‘Azza wa Jalla bagi pelakunya atau orang lain.

5. Tawadhu

Sifat ini tidak akan muncul jika seorang menyendiri. Bisa jadi uzlah dilakukan karena kesombongan, merasa bersih, dan suci, sedangkan orang lain kotor dan rusak. Itulah yang membuatnya hilang ketawadhuan dan husnuzh zhan dengan manusia.

Terakhir, Imam Asy Syafi’i radhiallahu ‘anhu pernah berkata, “Mengisolir diri dari manusia bisa mendatangkan permusuhan dan membuka diri kepada manusia bisa mendatangkan keburukan. Tempatkan dirimu di antara mengisolir dan membuka diri. Siapa yang mencari selainnya maka dia tidak tepat, dia hanya mau tahu terhadfap dirinya semdiri dan dia tidak layak membuat ketetapan untuk orang lain.”

Wallahu A’lam walillahil ‘Izzah

Ustadz Farid Nu’man Hasan
sumber: http://www.fimadani.com/ghuraba-tapi-gaul/?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+madani+%28Fimadani%29

PKS Memilih Bersama Rakyat Tolak Menaikkan Harga BBM


dakwatuna.com – Medan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah memberikan berbagai pertimbangan dan opsi terkait harga bahan bakar minyak (BBM) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai mitra koalisi yang baik. Akan tetapi apabila PKS harus memilih satu diantara dua, tidak mungkin PKS akan meninggalkan rakyat miskin yang telah membesarkan PKS. Jika opsi yang dipilih pada akahirnya akan menyengsarakan rakyat, maka PKS akan berdiri bersama rakyat.

Demikian pidato politik Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq pada acara pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS tahun 2012 di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (27/3). Pidato tersebut menegaskan kembali sikap PKS mengenai rencana kenaikkan harga BBM yang akan diambil pemerintah.

PKS berusaha bersikap konsisten dalam mengawal seluruh kebijakan yang sudah disepakati bersama mitra koalisi sejak lebih dari 15 bulan yang lalu untuk tidak menaikkan harga BBM. Disepakati untuk mengemabangkan energi alternatif, mengembangkan infrastruktur bahan bakar gas, dan mencari beragam alternatif solusi tanpa menaikkan harga BBM.

“Kami sudah memberikan lebih dari lima opsi untuk menghindari kenaikkan harga BBM tanpa mengancam keselamatan APBN kita. Dan itu semua sudah disampaikan sejak 1,5 tahun yang lalu,” ujar Lutfhi.

Menurut Luthfi, PKS sudah melakukan berbagai simulasi (exercise) terhadap skenario APBN untuk menghindari kenaikkan harga BBM. Dan semua itu kami sajikan untuk bangsa ini dimana persoalan kenaikkan harga BBM akan menyangkut nasib 1/3 penduduk negeri ini.

“Kami yakin Presiden SBY yang berhati lembut dan santun tidak akan membiarkan rakyatnya menderita akibat kenaikkan harga BBM,” ujar Lutfhi.

Lebih lanjut Lutfhi mengatakan, jika pada akhirnya pemerintah, para menteri yang pro kenaikkan harga BBN itu bersikukuh menaikkan harga BBM, maka kami terpaksa akan berseberangan. Kami lebih memilih berdiri bersama penderitaan rakyat, merasakan jeritan hati rakyat yang makin menderita oleh berbagai himpitan kehidupan yang kian menyulitkan.

PKS, ujar Luthfi lagi, menyampaikan usulan alternatif yaitu pertama, besaran subsidi energi sebesar Rp 225 triliun pada APBN-Perubahan 2012. Adapun rincian subsidi tersebut untuk subsidi BBM, LPG, BBN (Rp 137,4 triliun) , listrik (Rp 65 triliun) dan alokasi cadangan risiko energi (Rp 23 triliun). Kedua, memberi ruang gerak pemerintah untuk membuat kebijakan terkait harga BBM dengan mencabut pasal 7 ayat 6 UU No. 22 tahun 2011 serta upaya penanggulangan dampaknya.

“Jika hal ini terealisasi, angka defisit APBN-P sebesar 2,23% tercapai seperti dalam usulan pemerintah,” ujar Luthfi.Akan halnya demonstrasi yang marak belakangan ini, Luthfi meminta agar semua pihak menahan diri untuk tidak terjebak dalam aksi-aksi yang kehilangan substansi. Luthfi meminta kader-kader PKS untuk tertib dan tidak turun ke jalan karena saat ini pembahasan intensif terus dilakukan.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/03/19609/pks-memilih-bersama-rakyat-tolak-menaikkan-harga-bbm/#ixzz1qm07rXxf

Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa

Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa, beliau berkata :  الفصل الثاني في أسرار الصوم وشروطه الباطنة  اعلم ...