Fikih Prioritas



Pengertian Fikih Prioritas

Fikih Prioritas adalah salah satu cabang ilmu fikih yang berfokus pada penentuan skala prioritas dalam menjalankan hukum-hukum syariat Islam. Secara sederhana, fikih prioritas memberikan panduan bagi umat Islam untuk memahami mana kewajiban, sunnah, atau tindakan yang harus didahulukan dalam situasi tertentu. Hal ini penting karena dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita dihadapkan pada berbagai pilihan amalan yang baik, tetapi kita harus mampu memilih mana yang lebih utama atau lebih mendesak untuk dilakukan.

Konsep fikih prioritas berakar pada prinsip bahwa tidak semua ibadah atau tindakan dalam Islam memiliki bobot yang sama dalam hal pentingnya. Sebagai contoh, menjaga nyawa seseorang lebih utama daripada melaksanakan ibadah tertentu jika kedua hal tersebut bertentangan dalam situasi darurat.


Hubungan Fikih Prioritas dengan Fikih Lainnya

Fikih prioritas tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan erat dengan cabang-cabang fikih lainnya. Fikih secara umum membahas hukum-hukum syariat, sedangkan fikih prioritas memberi arahan tentang bagaimana hukum-hukum tersebut diterapkan secara optimal dalam kehidupan sehari-hari. 

Misalnya, fikih ibadah membahas tata cara shalat, puasa, zakat, dan haji. Namun, fikih prioritas membantu menentukan kapan ibadah tersebut harus diutamakan dibandingkan dengan tindakan lainnya. Contohnya, saat seorang Muslim menghadapi situasi darurat seperti menyelamatkan nyawa seseorang, maka menyelamatkan nyawa harus diprioritaskan meskipun mungkin harus mengorbankan waktu shalat.

Fikih prioritas juga berhubungan dengan fikih muamalah (hukum-hukum yang mengatur hubungan sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan) dalam menentukan tindakan yang harus diutamakan dalam situasi konflik kepentingan. Misalnya, dalam berbisnis, kepentingan menjaga kejujuran dan keadilan harus diutamakan daripada sekadar mengejar keuntungan.

Contoh Prioritas dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Menjaga Nyawa Lebih Utama daripada Menjaga Ibadah dalam Situasi Darurat

   Dalam Islam, menjaga nyawa manusia sangat penting dan harus diutamakan daripada ibadah tertentu jika terjadi benturan antara keduanya. Sebagai contoh, seseorang yang sedang berpuasa dan tiba-tiba mengalami kondisi medis yang membahayakan nyawanya, maka ia diperbolehkan (bahkan diwajibkan) untuk membatalkan puasanya demi menjaga kesehatannya.

   Dalil: 

   - Al-Qur'an menyatakan dalam surah Al-Baqarah ayat 195:  "

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..."

Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah hadits:  

     "Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri atau orang lain." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

2. Mendahulukan Menuntut Ilmu daripada Ibadah Sunnah

   Menuntut ilmu yang wajib, seperti ilmu agama dasar dan ilmu yang diperlukan dalam pekerjaan sehari-hari, lebih diutamakan daripada melaksanakan ibadah sunnah seperti shalat sunnah atau puasa sunnah. Hal ini karena ilmu adalah kunci untuk memahami dan menjalankan kewajiban lainnya dengan benar.

Dalil:

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:  

"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah)

- Allah SWT berfirman dalam surah At-Taubah ayat 122:  

"...Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya."

3. Memberikan Sedekah kepada Keluarga yang Membutuhkan daripada kepada Orang Lain. 

Islam mengajarkan bahwa sedekah kepada keluarga yang membutuhkan lebih diutamakan daripada kepada orang lain, meskipun kedua tindakan tersebut baik.

Dalil

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:  

     "Mulailah (dengan memberikan sedekah) pada dirimu sendiri, kemudian jika ada kelebihan, berikan kepada keluargamu, kemudian jika ada kelebihan, berikan kepada kerabatmu."

Kesimpulan

Fikih prioritas merupakan panduan penting dalam menjalankan syariat Islam secara bijak dan efektif. Dengan memahami konsep ini, seorang Muslim dapat mengatur kehidupannya dengan lebih baik, memilih tindakan yang lebih utama, dan menghindari benturan antara kewajiban-kewajiban yang ada. Sebagaimana Allah dan Rasul-Nya telah memberikan petunjuk dalam Al-Qur’an dan hadits, kita dituntut untuk senantiasa mempertimbangkan prioritas dalam setiap tindakan agar mendapatkan ridha-Nya dan manfaat maksimal dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Nikmat Kemerdekaan, Kesyukuran atau Kekufuran ?

 

MATERI  KHUTBAH  JUM'AT

NIKMAT KEMERDEKAAN,

KESYUKURAN ATAU KEKUFURAN YANG KITA LAKUKAN?

Oleh Abu Irsyad 



الْحَمْدُ لِلَّهِ 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

اما بعد


Ma'syiral muslimin jama'ah Jum'at  yang dirahmati Allah, 

Segala puja dan puji senantiasa ter lantunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang senantiasa memberikan kenikmatan kepada kita semua nikmat yang tidak terhitung jumlahnya dan kadang-kadang kenikmatan yang tidak kita sadari meskipun kita rasakan. Salah satu nikmat yang besar yang Allah karuniakan kepada kita, bangsa Indonesia adalah nikmat kemerdekan. Shalawat dan salam semoga  senantiasa tercurahkan atas junjungan kita teladani kita dan pemimpin kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam keluarga para sahabat serta orang-orang yang senantiasa istiqomah untuk mengikuti perintah perintahnya.  Semoga kita semua termasuk hamba hamba Allah yang dimudahkan dan diringankan hati kita untuk mengikuti sunnah-sunnahnya sehingga kelak akhirat  kita termasuk hamba Allah yang layak dan pantas untuk mendapatkan safaatnya. 

Kemudian khotib mengingatkan dan mengajak pada diri sendiri dan jamaah semuanya untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan larangannya karena dengan jalan inilah kita akan mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat. 



Ma'syiral muslimin jama'ah Jum'at  yang dirahmati Allah,

Sebentar lagi bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya. Berbagai acara diselenggarakan dan dalam rangka memperingatinya. Tak jarang terdengar kutipan firman Allah. Allah berfirman dalam surat Ibrahim 14:7

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ 

Artinya

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Berkaitan dengan ayat ini, Imam Suyuti menjelaskan dalam tafsirnya, 

(Dan ingatlah pula ketika mempermaklumkan) memberitahukan (Rabb kalian sesungguhnya jika kalian bersyukur) akan nikmat-Ku dengan menjalankan ketauhidan dan ketaatan (pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian dan jika kalian mengingkari nikmat-Ku) apabila kalian ingkar terhadap nikmat-Ku itu dengan berlaku kekafiran dan kedurhakaan niscaya Aku akan menurunkan azab kepada kalian. Pengertian ini diungkapkan oleh firman selanjutnya: ("Sesungguhnya azab-Ku sangat keras.")

Ma'syiral muslimin jama'ah Jum'at  yang dirahmati Allah,

Lalu , Bagaimana Alquran  memberikan  contoh  Bentuk Kesyukuran Atas Sebuah Kemenangan? 

Diantara petunjuk Allah tentang bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap manakala dianugerahi sebuah nikmat berupa kemenangan atau kemerdekaan. Firman Allah dalam surat An-Nashr 110:1-3

(1) إِذَا جَآءَ نَصْرُ ٱللَّهِ وَٱلْفَتْحُ 

(2) وَرَأَيْتَ ٱلنَّاسَ يَدْخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفْوَاجًا 

(3) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَٱسْتَغْفِرْهُۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابًۢا 

(1) Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, (2) dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, (3) maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.

Imam As Suyuti  menjelaskan tentang surat ini, (Apabila telah datang pertolongan Allah) kepada Nabi-Nya atas musuh-musuhnya (dan kemenangan) yakni kemenangan atas kota Mekah. (Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah) yaitu agama Islam (dengan berbondong-bondong) atau secara berkelompok, yang pada sebelumnya hanya secara satu persatu. Hal tersebut terjadi sesudah kemenangan atas kota Mekah, lalu orang-orang Arab dari semua kawasan datang kepada Nabi saw. dalam keadaan taat untuk masuk Islam.

(Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu) artinya bertasbihlah seraya memuji-Nya (dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat) sesungguhnya Nabi saw. sesudah surah ini diturunkan, beliau selalu memperbanyak bacaan: Subhaanallaah Wa Bihamdihi, Astaghfirullaaha Wa Atuubu Ilaihi, yang artinya: "Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya." Dengan turunnya surah ini dapat diketahui bahwa saat ajalnya telah dekat. Peristiwa penaklukan kota Mekah itu terjadi pada bulan Ramadan tahun delapan Hijriah, dan beliau wafat pada bulan Rabiulawal, tahun sepuluh Hijriah.

Ma'syiral muslimin jama'ah Jum'at  yang dirahmati Allah,

Maka pelaksanaan kesyukuran kita akan kemerdekaan itu dapat dilakukan dengan berbagai hal. Di antaranya pertama, mengisi kemerdekaan selama ini dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Kemudian kedua, mencintai negeri ini dengan memperhatikan berbagai kemaslahatan, menggunakan segala sumber daya dengan orientasi  kebaikan  bangsa dan umat. Dan yang ketiga Mencegah hal hal yang dapat menimbulkan  kemudharatan bagi bangsa dan Umat. Ancaman terhadap umat Islam akan  senantiasa ada sebagai penduduk terbesar di negeri ini. Pertentangan antara haq dan batil akan senantiasa ada. Penajajahan tak hanya sekedar penjajahanan fisik dan militer saja tetapi saat ini penjajahan dan penguasaan bisa berupa penjajahan ekonomi,  ideology dan budaya.  

Semoga kita terhindar dari salah dalam mewujudkan kesyukuran. Kesyukuran yang kita inginkan tetapi kekufuran dan kemaksiatan bahkan penentangan terhadap perintah Allah yang kita lakukan . Sehingga bertambahnya kenikmatan yang kita harapkan namun azab pedihnya yang kita dapatkan. 


اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم لِي وَلَكُمْ, اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ



KHUTBAH KE2

  اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا   أَمَّا بَعْدُ

 فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ

 اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيَآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. 

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa

Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa, beliau berkata :  الفصل الثاني في أسرار الصوم وشروطه الباطنة  اعلم ...