Kenapa Game Lebih Menyenangkan dari Belajar?

 


Sekarang yang menjadi perbincangan banyak orang tua berkaitan adanya pandemi adalah anak menjadi kecanduan game daripada penggunaanya untuk belajar. Padahal kalau sudah bisa menikmati, sebenarnya belajar itu asyk loooo... Dikutip dari Beritasatu.com, bebeapa alasan mengapa anak lebih senang dengan game daripada belajar.  Yuk simak penjelasanya....

Sebagian besar anak-anak usia sekolah sangat senang bermain games ketimbang belajar. Mengapa demikian?

Head of Trainer Adam Khoo Indonesia, Ricky Suroso, mengatakan, hal itu karena selama di sekolah anak-anak lebih banyak menggunakan otak sebelah kiri untuk menerima berbagai pelajaran, seperti matematika, sejarah, bahasa, adan sebagainya. Alhasil, otak kanan mereka kurang diasah. Sedangkan saat bermain game, otak kanan mereka dibuat untuk berfikir dan membuat mereka selalu penasaran dengan cara yang menyenangkan.

Oleh karena itu, lanjut Ricky, diperlukan penyeimbangan dengan cara mengasah bersama-sama antara otak lama dan kiri saat proses belajar atau dikenal dengan whole brain learning. Hal itu agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan sehingga anak menjadi cepat mengerti dan memahami pelajaran. "Caranya adalah dengan menggunakan gambar, imajenasi, gerakan, dan lagi," ungkap dia di Jakarta, Rabu (9/11).

Ricky mencontohkan pelajaran sejarah. Biasanya dalam pelajaran tersebut selalu ditanyakan mengenai tahun terjadinya peristiwa tertentu. Nah, angka pada tahun tersebut digantikan dengan gambar agar anak-anak mudah mengingatnya. Misalnya saja, tahun 1980, angka 1 diganbarkan dengan pensil, 9 pengait kapten Hook, 8 dua telur ceplik, dan 0 adalah bola.

"Hal ini tentu saja membuat anak-anak akan menjadi lebih mudah diingat," jelas dia.

Sementara itu, Managing Director Adam Khoo Indonesia, Susanna Hartawan, mengatakan, teknik penyeimbangan pembelajaran otak kiri dan kanan telah diterapkan pihaknya dalam metode pembelajaran melalui 21st Century Learning Skills atau dikenal dengan program I Am Gifted!. Sebuah program pengembangan karakter untuk anak-anak di usia 9 – 19 tahun dan berfokus pada Learning Mastery (penguasaan cara belajar), Life Mastery (penguasaan dalam kehidupan sekolah dan sehari-hari), serta Communication Mastery (penguasaan dalam berkomunikasi dengan orang tua serta orang-orang sekitar).


Tantangan bagi para pendidik untuk kreatif dalam pembelajaranya. Selamat berkreasi dalam pembelajaran.....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa

Imam Ghazali membuat penjelasan tentang rahasia batin puasa, beliau berkata :  الفصل الثاني في أسرار الصوم وشروطه الباطنة  اعلم ...