Apakah kamu pernah dengar tentang
Tanishq Ibrahim? Itu lho, anak India yang meraih gelar sarjana pada saat
umurnya 11 tahun! Wow! Tanishq mengakui bahwa membaca dan belajar adalah
aktivitas kesukaannya. Ia merasa lebih "kaya" dengan pengetahuan yang
diperoleh saat ia banyak belajar. Tapi, gaya belajar juga berpengaruh lho
terhadap seberapa cepat otak kita dapat mencerna informasi. Sehingga, kegiatan belajar pun menjadi lebih efektif
dan hasilnya lebih maksimal. Nah, salah satu langkah untuk mengetahui bagaimana
cara belajar efektif adalah dengan mengenal gaya belajar yang sesuai untuk
kita. Berikut adalah 7 gaya belajar yang perlu kita ketahui:
1. Visual (spatial)
Gaya belajar visual ditandai
dengan preferensi kamu untuk belajar dengan menggunakan gambar, grafik, warna,
imajinasi visual, dan spasial. Nah, kalau kamu memiliki pemahaman di hal-hal
tersebut berarti kamu tipe orang dengan gaya belajar visual. Misalnya saja kamu
punya sense yang baik saat membaca peta atau mengikuti instruksi sesuai dengan
gambar.
Jika kamu merasa nyaman belajar
dengan gaya ini, maka media belajar yang cocok adalah mengembangkan mindmap,
menggunakan flashcard bergambar, atau melalui video. Mulailah membuat catatan
dengan warna yang menarik dan beberapa contoh gambar, agar kamu bisa melatih
kreativitas dan belajar dengan efektif. Atau, kamu bisa berlangganan
ruangbelajar yang menyajikan video belajar, dan rangkuman dalam bentuk infografis
menarik. Cocok deh, untuk kamu dengan gaya belajar visual!
2. Aural (auditory)
Gaya belajar auditory ditandai
dengan kemudahan dalam memproses informasi dengan baik dari berbagai sumber
suara, seperti penjelasan guru, pidato, rekaman suara, dan lain-lain. Biasanya,
orang yang cocok dengan gaya belajar aural atau auditory ini lebih senang
mendengarkan materi di kelas atau duduk diam mendengarkan audio book. Orang
dengan gaya belajar aural juga memiliki kecenderungan untuk sukses di bidang
musik, karena mempunyai sense yang baik terhadap nada dan ritme.
Jika kamu adalah pelajar aural,
gunakanlah bantuan musik dalam aktivitas belajarmu. Manfaatkan juga waktu di
kelas untuk mendengarkan guru, rekam materi, dan dengan ulang materi tersebut.
Kamu juga bisa belajar dengan membuat musikalisasi materi pelajaran, agar kamu
lebih mudah memahaminya.
3. Verbal (linguistic)
Gaya belajar verbal ditandai dengan
preferensi untuk menggunakan kata-kata, baik dalam membaca maupun menulis dalam
memahami pelajaran. Pelajar verbal nyaman dengan banyak membaca, berbicara, dan
menulis saat belajar. Pelajar verbal juga cenderung menyukai permainan kata,
puisi, pantun, menemukan arti kata.
Jika kamu adalah pelajar verbal,
cari berbagai cara untuk selalu mengaitkan materi pelajaran dengan tulisan dan
bacaan. Kamu dapat menggunakan teknik mnemonik, membuat buat akronim, dan
tuangkan dalam bentuk tulisan. Kamu juga bisa mengulang materi pelajaran dengan
membacakannya secara lantang, atau membuat permainan kata bersama teman-teman.
4. Physical (kinesthetic)
Nah, kalau gaya belajar
kinestetik biasanya ditandai dengan cepatnya menerima dan mengolah informasi
dari hal-hal fisik. Misalnya saja sentuhan, kehadiran alat peraga, dan
partisipasi diri sendiri dalam proses belajar. Kamu cenderung merasa perlu
untuk mengalami sesuatu secara langsung untuk benar-benar memahami suatu hal.
Kamu juga punya sense yang baik tentang tekstur atau bentuk. Biasanya, anak
dengan gaya belajar kinestetik menyukai kegiatan fisik seperti olahraga.
Agar lebih memahami pelajaran,
kamu dapat membuat alat-alat peraga, misalnya saat belajar materi katrol
Fisika, bisa membuat alat peraga seperti alat timba sumur, agar paham bagaimana
katrol itu bekerja untuk mengurangi jumlah gaya yang digunakan untuk mengangkat
beban.
5. Logical (mathematical)
Kamu merasa unggul saat
menghitung? Berarti gaya belajarmu adalah mathematical, nih. Biasanya kamu akan
cepat menyadari suatu bentuk pola, dan melihat keterkaitan satu informasi
dengan informasi lainnya yang biasanya tidak disadari banyak orang. Kamu juga
bisa memahami sesuatu dengan menyambungkan koneksi-koneksi dari berbagai detil
dan menyusunnya dengan terorganisir, seperti bermain puzzle. Pelajaran yang
bersifat problem solving skill, sistematis, dan tidak perlu mengandalkan
hafalan adalah kunci utama bagi kamu. Setuju?
6. Sosial (interpersonal)
Gaya belajar interpersonal biasanya ditandai apabila kamu memiliki kemampuan sosial yang baik seperti berkomunikasi dengan verbal maupun tulisan. Kamu akan lebih nyaman berkonsultasi dan diskusi pelajaran bersama guru, maupun teman sekelas. Juga suka belajar dengan mengutarakan ide dan mendiskusikan materi pelajaran terkait.
Membentuk grup belajar adalah
salah satu cara yang bisa kamu terapkan. Nah, kamu bisa belajar di Ruangguru
digitalbootcamp. Karena kamu akan merasakan suasana belajar yang hidup dengan
diskusi yang seru, teman untuk bertukar ide, dan saling beri tanggapan via chat
dengan teman-teman dalam grup belajar. Banyak sekali lho hal yang akan kamu
dapatkan dengan belajar kelompok.
7. Solitary (intrapersonal)
Kamu suka belajar di keadaan sepi
dan menyendiri? Bisa jadi kamu cenderung punya gaya belajar intrapersonal.
Dengan mengerjakan semuanya sendiri, kamu bisa membuat dan mengetahui personal
interest and goals. Biasanya kamu lebih senang membaca buku atau belajar dari
laptop/hp.
Itulah 7 jenis gaya belajar yang
harus kamu ketahui. Perlu diingat bahwa setiap orang tidak hanya mempunyai satu
gaya belajar saja, namun ada gabungan gaya belajar misalnya visual dan
auditori. Perlu diingat, mengidentifikasi gaya belajar yang cocok dengan diri
sendiri adalah hal yang penting, lho!
sumber: blog.ruangguru.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar