Dalam tafsirnya, Imam Baidhawi ketika menjelaskan ayat 6 dari surat Al Baqarah beliau berkata:
وَالْكُفْرُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَنْحَاءٍ: كُفْرُ إِنْكَارٍ، وَكُفْرُ جَحُودٍ، وَكُفْرُ عِنَادٍ، وَكُفْرُ نِفَاقٍ. فَكُفْرُ الْإِنْكَارِ: أَنْ لَا يَعْرِفَ اللَّهَ أَصْلًا وَلَا يَعْتَرِفَ بِهِ، وَكُفْرُ الْجَحُودِ هُوَ: أَنْ يَعْرِفَ اللَّهَ تَعَالَى بِقَلْبِهِ وَلَا يُقِرُّ بِلِسَانِهِ كَكُفْرِ إِبْلِيسَ (وَكُفْرِ) [[من ب.]] الْيَهُودِ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ﴾ (٨٩-الْبَقَرَةِ) وَكُفْرُ الْعِنَادِ هُوَ: أَنْ يَعْرِفَ اللَّهَ بِقَلْبِهِ وَيَعْتَرِفَ بِلِسَانِهِ وَلَا يَدِينُ بِهِ كَكُفْرِ أَبِي طَالِبٍ حَيْثُ يَقُولُ: وَلَقَدْ عَلِمْتُ بِأَنَّ دِينَ مُحَمَّدٍ ... مِنْ خَيْرِ أَدْيَانِ الْبَرِيَّةِ دِينًا
لَوْلَا الْمَلَامَةُ أَوْ حَذَارِ مَسَبَّةٍ ... لَوَجَدْتَنِي سَمْحًا بِذَاكَ مُبِينًا
وَأَمَّا كُفْرُ النِّفَاقِ: فَهُوَ أَنَّ يُقِرَّ بِاللِّسَانِ وَلَا يَعْتَقِدَ بِالْقَلْبِ، وَجَمِيعُ هَذِهِ الْأَنْوَاعِ سَوَاءٌ فِي أَنَّ مَنْ لَقِيَ اللَّهَ تَعَالَى بِوَاحِدٍ مِنْهَا لَا يُغْفَرُ لَهُ.
Kekufuran terbagi menjadi 4 kelompok, kufur ingkar, kufur Juhud, kufur inad, kufur nifak, maksudnya yaitu:
1. Kufur ingkar : pada dasarnya dia tidak mengenal dan mengetahui tentang Allah .
2. Kufur Juhud yaitu mengenal Allah SWT, dengan hatinya, tetapi tidak menempatkan pada lisan seperti kufurnya iblis dan sebagian dari kaum yahudi.
3. Kufur inad: yaitu Kekufuran yang mengenal Allah dengan hatinya dan lisannya tetapi tidak menjadikan Islam sebagai agamanya, seperti Abi Thalib ketika berkata: "Sesungguhnya Aku mengetahui bahwa agama Muhammad adalah sebaik baiknya agama bagi manusia.
4. Kufur nifak: menempatkan iman di lisan tetapi tidak diyakini dalam hati.
Dan semua itu sama saja ketika bertemu dengan Allah dengan salah satu darinya maka tidak akan diampuni.
Dikutip oleh Abu Irsyad
Tmg, 3/1/25
Tidak ada komentar:
Posting Komentar