Metrotvnews.com, Jakarta: Langkah polisi membubarkan acara diskusi peluncuran buku berjudul 'Allah, Liberty and Love' karya Irshad Manji di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, Jumat (4/5) malam, tidak menyalahi aturan. Kepolisian juga menyangkal jika pembubaran dilakukan di bawah tekanan organisasi masyarkat (ormas) yang mengatasnamakan agama Islam.
Hal itu dikatakan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Imam Sugianto di Jakarta, Sabtu (5/5). "Jadi pada saat acara dimulai, warga dan ormas seperti FBR, Forkabi, FPI Jakarta Selatan datang ke tempat itu. Kurang lebih 100 orang, berencana memberhentikan dan menyerang," kata Imam.
Motif kedatangan mereka, jelas Imam, ketidaksukaan terhadap Irshad Manji. Ia akui pihaknya baru mengetahui sosok Irshad Manji ketika berada di lokasi kejadian. Karena massa yang datang kian banyak, Imam mengerahkan personel melalui Kapolsek Pasar Minggu. Imbauan dan negosiasi dengan panitia dilakukan.
"Kami awalnya mengimbau panitia untuk menghentikan acara. Berdasarkan UU No 2 Tahun 2002 Pasal 13, kepolisian berwenang menilai suatu acara bisa dijalankan atau tidak. Melalui deskresi polisi, kami berhak membubarkan, memindahkan atau mengevakuasi acara jika suasana memanas dan berpotensi ricuh," papar Imam.
Ia mengakui sempat terjadi perdebatan dengan panitia acara. Ia menyatakan, usulan pembubaran tidak disetujui panitia. Namun, Imam mengatakan pembubaran terjadi karena sebagai jalan keluar untuk memberi keamanan.
Faktor keamanan itu, kata Imam, hanya diketahui polisi. Tidak hanya membubarkan, Imam bersama anggotanya mengevakuasi Irshad Manji ke tempat yang aman.
"Tidak ada cara apapun untuk mengamankan, ya harus kita bubarkan. Tidak ada satu pun yang kita amankan di kantor polisi. Semalam kita akhirnya mengevakuasi Irshad Manji ditemani oleh Ulil Absar Abdala ke hotelnya di Ritz Carlton," urainya.
Irshad Manji, kemudian dievakuasi dari lokasi untuk keselamatan. Peserta diskusi, di antaranya pendiri Tempo Goenawan Mohamad dan Ketua Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat sekaligus petinggi Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdala, juga turut dievakuasi.
Manji dikenal sebagai tokoh feminis Islam asal Kanada. Ia pernah disebut oleh koran The New York Times sebagai "mimpi terburuk Osama bin Laden." Wanita kelahiran Uganda ini menuai kontroversi lantaran pemikirannya soal interpretasi baru Islam yang dia sebut "Islam Reformasi." Ia juga dikenal menghormati kaum homoseksual dan mendukung pernikahan sesama jenis. (MI/DOR)

siip, terus waspadai JIL
BalasHapus